4 Risiko di Balik Diet Vegan, Osteoporosis Hingga Stroke

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 10/09/2019 14:23 WIB
4 Risiko di Balik Diet Vegan, Osteoporosis Hingga Stroke Ilustrasi. Diet vegan tanpa perencanaan 'matang' dinilai berisiko membuat tubuh kekurangan sejumlah nutrisi. (Foto: jill111/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bila konsumsi daging yang berlebihan disebut-sebut bisa memicu kanker, ternyata konsumsi sayur yang 'berlebihan' juga memberikan dampak bagi kesehatan.

Mengutip dari berbagai sumber, meski digembar-gemborkan memiliki banyak manfaat sehat, termasuk mencegah kanker, diet vegan nyatanya bukan tanpa risiko.

Justru, mereka yang mulai mempraktikkan diet vegan perlu berhati-hati dengan aneka risiko kesehatan, mulai osteoporosis hingga stroke.



1. Penyakit stroke

Sebuah studi yang dipublikasikan jurnal BMJ menyebut diet vegan justru meningkatkan risiko penyakit stroke. Peneliti menemukan mereka yang mempraktikkan diet vegan berisiko 20 persen lebih tinggi ketimbang mereka yang makan daging. Namun di saat bersamaan, risiko penyakit jantung koroner 22 persen lebih rendah ketimbang orang yang makan daging.

Mengutip dari CNN, penyakit stroke yang berhubungan dengan diet vegan adalah penyakit stroke hemoragik. Salah satu pembuluh darah arteri dalam otak pecah sehingga memicu pendarahan di sekitar organ. Akibatnya aliran darah pada sebagian otak berkurang atau terputus. Jika fatal, fungsi otak bisa terganggu secara permanen.

2. Kekurangan nutrisi

Orang yang mempraktikkan diet vegan terlebih tidak mengonsumsi telur dan produk susu bisa kekurangan beberapa jenis nutrisi penting. Nutrisi tersebut antara lain, zat besi, kalsium, protein, vitamin D, vitamin B12, dan zinc.

Untuk menyiasati ini, orang sebaiknya mengonsumsi makanan fortifikasi atau makanan dengan tambahan nutrisi misal sereal fortifikasi, susu kedelai fortifikasi atau suplemen makanan.

3. Penurunan kesehatan otak

Popularitas diet vegan menimbulkan kekhawatiran ahli gizi sekaligus penulis Emma Derbyshire. Dalam artikel yang dipublikasikan pada jurnal BMJ Agustus lalu, dia menuliskan orang dewasa tidak mendapatkan asupan kolin yang cukup sehingga bayi dan anak-anak berisiko kekurangan nutrisi untuk otak.

Derbyshire mengatakan, ibu hamil yang kekurangan kolin berisiko melahirkan anak dengan gangguan fungsi kognitif.

"Kita dalam risiko menurunkan kekuatan otak dari generasi mendatang," kata Derbyshire dikutip dari The Sun (30/8).

Kolin merupakan senyawa kimia larut air dan masih satu keluarga dengan folat dan vitamin B kompleks. Tubuh bisa memproduksi kolin tetapi jumlahnya terlalu kecil sehingga perlu asupan tambahan. Kolin bisa diperoleh dari konsumsi daging sapi, hati sapi, hati ayam, dada ayam, telur, kedelai, minyak ikan, kacang merah, produk susu (keju, yogurt), bayam dan kentang.


4. Peningkatan risiko osteoporosis

Ada riset kecil yang meneliti hubungan diet vegan dengan kesehatan tulang. Hasilnya mereka yang diet vegan memiliki kepadatan tulang lebih rendah ketimbang mereka yang nondiet vegan. Ini bisa terjadi sebab pola makan yang kurang tepat dapat memicu kekurangan nutrisi, salah satunya nutrisi untuk tulang seperti protein, vitamin D dan vitamin B12, yang kebanyakan berasal dari daging dan susu.

Namun, nutrisi yang baik untuk tulang tak selalu dipenuhi dengan konsumsi produk susu dan daging. Anda bisa mengonsumsi makanan berbahan dasar tumbuhan demi memperoleh kalsium seperti, tahu, yogurt kedelai, susu kedelai, kale, okra, wijen, jeruk dan kacang merah. (els/ayk)