Polusi Udara Jakarta Bisa Picu Risiko Penyakit Jantung

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 07/08/2019 18:21 WIB
Polusi Udara Jakarta Bisa Picu Risiko Penyakit Jantung Ilustrasi. Polusi udara dapat mendorong munculnya risiko penyakit jantung dan stroke. (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam beberapa waktu ke belakang, Jakarta kerap disorot akibat kualitas udaranya yang buruk. Tak cuma mengganggu sistem pernapasan, polusi udara juga membawa dampak negatif bagi kesehatan jantung.

Ahli paru RSUP Persahabatan, Agus Dwi Susanto mengatakan, polusi udara menimbulkan risiko terhadap penyakit jantung dan stroke. Sama seperti gangguan pernapasan, hal ini disebabkan oleh komponen partikel polusi udara.

Partikel berukuran 2,5 mikrometer itu, kata Agus, bisa masuk ke saluran napas bawah hingga ke alveoli. Nama terakhir merupakan salah satu bagian dari anatomi paru tempat terjadinya pertukaran oksigen dan karbon dioksida.


"Partikel halus [dari polusi udara] bisa masuk ke pembuluh darah saat oksigen berdifusi ke dalam darah," ujar Agus di Jakarta Selatan, Senin (5/8).

Partikel halus tersebut, kata Agus, dapat merangsang proses oksidatif dan peradangan sistemik pada pembuluh darah.

"Dalam jangka panjang bisa menimbulkan plak di jantung atau pembuluh darah," kata Agus. Plak ini lah yang menyebabkan munculnya penyakit jantung dan stroke.

Selain jantung dan stroke, gangguan pada sistem pernapasan merupakan dampak kesehatan umum dari polusi udara. Partikel yang terhirup akan menimbulkan iritasi pada saluran napas.

Saat iritasi berlanjut, beberapa risiko penyakit seperti infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), influenza, hingga batuk kronis akan bermunculan. Bukan tak mungkin polusi udara Jakarta juga bisa mengakibatkan kanker paru.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Masker terbilang mudah ditemukan di pasaran dengan efektivitas filtrasi partikel polusi udara hingga 40 persen.

Untuk perlindungan yang lebih mumpuni, Anda bisa menggunakan respirator yang mampu menyaring hingga 95 persen partikel polusi udara.

"Juga jaga kebugaran tubuh. Timbulnya penyakit juga ada aspek imunitas yang lemah, sehingga perlu istirahat cukup dan konsumsi makanan [mengandung] antioksidan," imbuh Agus.

[Gambas:Video CNN] (els/asr)