Campur Tangan Bekraf Memoles Pariwisata Indonesia

CNN Indonesia | Selasa, 10/09/2019 17:27 WIB
Campur Tangan Bekraf Memoles Pariwisata Indonesia Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III Kementerian Pariwisata, di Jakarta pada Selasa (10/9), membahas lima destinasi super prioritas yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), yang masuk dalam salah satu dari Kementerian/Lembaga (K/L) terkait, menegaskan terlibat pengembangan sektor ekonomi kreatif di lima kawasan tersebut.

"Tujuan dari pendukungan Bekraf adalah membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan di masing-masing destinasi wisata melalui inkubasi kegiatan ekonomi kreatif," ujar Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Bekraf, Ahmad Rekotomo.



"Dengan inkubasi diharapkan memberi dampak yang positif bagi ekonomi kreatif di daerah, hingga mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif nasional."

Menurutnya sektor ekonomi kreatif di Indonesia memiliki potensi strategis yang begitu nyata, termasuk kelima destinasi super prioritas.

"Langkah pertama yang akan dilakukan oleh Bekraf adalah membentuk kelompok kerja untuk menggali potensi ekonomi kreatif sekaligus memetakannya, setelah itu membangun dan mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif," ujarnya.


Khusus untuk pengembangan lima destinasi super prioritas, ia melanjutkan, dibutuhkan anggaran sebesar Rp125 miliar dalam kurun waktu lima tahun.

Sementara itu Ketua tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Wisata Prioritas, Hiramsyah Thaib, menuturkan Bekraf mendukung semua sub-sektor ekonomi kreatif termasuk film dan musik.

Namun, ia melanjutkan, untuk saat ini Bekraf memiliki tiga hal yang menjadi prioritas yaitu kuliner, fesyen, dan cenderamata.

"Yang pasti kelima destinasi ini terbuka untuk semua kegiatan terkait ekonomi kreatif. Contohnya di Danau Toba, kan sudah ada Toba Caldera World Music Festival," ujar Hiramsyah.

(agr/ard)