Pariwisata Indonesia Masih Lemah Soal Kelestarian Lingkungan

CNN Indonesia | Selasa, 10/09/2019 19:21 WIB
Pariwisata Indonesia Masih Lemah Soal Kelestarian Lingkungan Ilustrasi sampah. Sampah "impor" di pelabuhan Surabaya. (Juni Kriswanto / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat menjabat sebagai Presiden RI periode 2014-2019, Joko Widodo mengumumkan proyek 10 destinasi pariwisata prioritas atau yang kerap disebut sebagai 10 Bali Baru.

Kini, menjelang masa jabatan di periode selanjutnya 2019-2024, Presiden Jokowi kembali mengumumkan lima destinasi pariwisata super prioritas yang meliputi Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

Hal ini tentu membuat banyak pihak bertanya tentang konsep teranyar itu.



Terlebih Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI), Azril Azhari, yang mengatakan sektor pariwisata Indonesia memiliki daya saing yang lemah karena terdapat beberapa hal yang belum dibenahi secara maksimal.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III Kementerian Pariwisata, di Jakarta pada Selasa (10/9), juga mengakui kalau kelemahan dalam pariwisata Indonesia meliputi tiga faktor yakni kelestarian lingkungan, infrastruktur, dan kebersihan.

"Berdasarkan riset World Economic Forum, Indonesia memang masih berada di bawah Malaysia, Thailand, apalagi Singapura. Namun peringkat Indonesia terus naik, sedangkan ketiga negara itu turun," ujar Arief.

"Saya yakin 2021, Indonesia bisa menyaingi Malaysia atau Thailand."

Untuk itu, Arief melanjutkan, lima destinasi pariwisata super prioritas memang fokus menyelesaikan persoalan infrastruktur dan utilitas dasar di tahun 2020.

Menurutnya sampai dengan saat ini perkembangan yang telah didapat oleh kelima destinasi pariwisata super prioritas itu berbeda-beda.

Danau Toba contohnya, Arief menambahkan, di sana telah berdiri The Kaldera Toba Nomadic Tourism.


Sedangkan untuk Mandalika, proses pengukuran topografi dan konstruksi untuk pembangunan sirkuit Moto GP akan dimulai pada Oktober 2019 dan ditargetkan selesai pada 2020.

"Saya sempat bingung ketika ditanya pak Presiden tentang keunikan Mandalika, namun saya jawab jika Mandalika akan menjadi destinasi untuk sport tourism (wisata olahraga)," ujarnya.

Sementara itu, Head Project PT Minahasa Permai Resort Development Paquita Widjaja Rustandi selaku pengelola KEK Pariwisata Tanjung Pulisan-Likupang menyebutkan akan membangun resor dan taman bahari Wallace International Conservation Resort and Marine Park.

"Ini adalah salah satu atraksi utama di kawasan tersebut. Selain itu lokasi KEK Tanjung Pulisan juga berdekatan dengan hutan lindung, sehingga ini harus dilakukan untuk mengembalikan keanekaragaman flora dan fauna endemik daerah," ujar Paquita.

"Bukan tidak mungkin KEK Tanjung Pulisan-Likupang berkontribusi untuk mendukung target kunjungan wisatawan."

(agr/ard)