7 Makanan Sehat Namun Tinggi Kolesterol

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 12/09/2019 15:50 WIB
7 Makanan Sehat Namun Tinggi Kolesterol Ilustrasi. Satu butir telur berukuran besar mengandung 211 mg kolesterol. (Foto: FoodiesFeed/Jakub Kapusnak)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak semua makanan yang kaya nutrisi 'bebas' Anda nikmati. Ada sejumlah makanan yang mengandung banyak nutrisi namun mengandung kolesterol tinggi. Inilah yang menjadi alasan mengapa banyak orang yang mengaku banyak makan sehat, namun terdeteksi kolesterol tinggi.

Walau kolesterol yang secara alami diproduksi organ hati dan sejatinya memiliki peranan penting bagi tubuh seperti membangun membran sel, membantu produksi hormon, vitamin D, dan membantu mencerna makanan berlemak, namun jumlah asupannya mesti dibatasi.

Jika kolesterol dalam tubuh terlalu banyak, maka zat ini bisa menutup arteri, yang akhirnya berujung pada stroke hingga serangan jantung.



Berikut sejumlah makanan bernutrisi yang tinggi kolesterol, melansir Health Line.

1. Telur

Telur kerap menjadi pilihan lauk praktis dan dapat dikonsumsi dengan berbagai cara. Telur mengandung aneka zat gizi seperti protein, karbohidrat, mineral, dan vitamin.

Sebuah riset pada 2012 menemukan konsumsi telur secara moderat tidak berpengaruh buruk pada kadar kolesterol tubuh. Malah konsumsi telur bisa meningkatkan kadar HDL alias kolesterol baik. Agar konsumsi telur tetap dalam batas aman, sebaiknya batasi konsumsi 2-3 butir telur per minggu. Pasalnya, telur tetap mengandung kolesterol cukup tinggi.

Dalam 100 gram telur mengandung 373 mg kolesterol. Jika ingin diperinci per porsi, untuk satu butir telur berukuran besar mengandung 211 mg kolesterol. Sedangkan kebutuhan kolesterol per hari untuk orang dewasa sehat ialah maksimal 300 mg per hari, sedangkan untuk mereka yang berisiko hanya 200 mg per hari.

2. Organ hati hewan

Orang dengan risiko kolesterol tinggi umumnya disarankan untuk menghindari makan aneka jeroan atau organ dalam hewan, termasuk organ hati. Hanya saja, organ hati hewan sebenarnya memiliki kandungan gizi baik untuk tubuh. Sebagai contoh, hati ayam adalah sumber antioksidan juga vitamin B12, zat besi dan zinc. Sehingga cukup disarankan bagi mereka yang berisiko alami anemia.

Agar manfaat yang didapat dari hati ayam lebih banyak ketimbang risiko, asupannya perlu dikontrol. Dalam 1 porsi hati ayam atau setara dengan 30 gram mengandung 130 miligram kolesterol, hati domba seukuran kotak korek api mengandung 170 miligram kolesterol, dan sepotong kecil hati sapi bisa mengandung 155 miligram kolesterol.

3. Yogurt

Bosan atau kurang suka dengan rasa susu? Anda bisa sesekali mengonsumsi yogurt. Yogurt full-fat menawarkan banyak nutrisi sehat bagi tubuh seperti protein, kalsium, fosfor, vitamin B, magnesium, zinc dan potasium.

Yang perlu diperhatikan, yogurt full-fat juga mengandung kolesterol tinggi. Dalam secangkir kecil yogurt (sekitar 245 gram) mengandung 31,9 miligram kolesterol. Walau jumlah ini terbilang kecil jika dibandingkan dengan makanan berkolesterol lain, namun sejumlah orang kerap menikmatinya lebih dari 1 cangkir, bahkan 1 mangkok (sekitar 3-4 cangkir) kala sarapan.

4. Keju

Beda jenis keju, beda pula kandungan nutrisinya. Umumnya keju mengandung kalsium, protein, vitamin B dan vitamin A.

Keju termasuk produk susu yang tinggi kolesterol. Dalam 28 gram atau satu porsi keju mengandung 27 mg kolesterol. Meski begitu, riset membuktikan konsumsi keju tidak berkaitan dengan peningkatan kadar kolesterol tubuh terutama kadar LDL alias kolesterol jahat.

Hanya saja, keju kerap disandingkan dengan makanan lain yang juga memiliki kolesterol tinggi, seperti mentega, butter, atau bahkan telur. Karena keju juga tinggi kalori, disarankan untuk membatasi konsumsi keju 28-56 gram per hari.

5. Sarden

Di balik gurihnya ikan sarden, terdapat 131 mg kolesterol dalam 92 gram sajian sarden. Namun, bersamaan dengan tingginya kandungan kolesterol, sarden juga memberikan nutrisi vitamin D, vitamin B12 dan kalsium. Sarden pun jadi sumber zat besi, selenium, fosfor, zinc, tembaga, magnesium dan vitamin E.

6. Udang

Bagi penyuka udang, rasa gurih daging hingga kaldu udang memang sulit ditolak, apalagi jika sudah diolah jadi tom yum, sambal goreng, laksa atau sekadar udang rebus. Tanpa sadar, seseorang dapat mengonsumsi lebih dari 10 udang dalam sekali makan. Padahal, dalam 1 porsi udang atau sekitar 10 udang ukuran sedang mengandung 101 kalori, 1,4 gram lemak, serta mengandung 210 miligram kolesterol.

Namun, bila udang dikonsumsi dalam jumlah wajar, kolesterol dalam udang belum ditemukan memiliki dampak negatif pada kesehatan jantung. Justru, mengonsumsi udang sebenarnya dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol buruk. Dengan syarat dikonsumsi tak lebih dari 1,5 porsi sehari.


7. Lobster

Makanan laut merupakan sumber protein yang baik karena umumnya hanya mengandung sedikit lemak jahat. Semua makanan laut termasuk lobster mengandung protein tinggi. Lobster pun dikenal sebagai sumber omega 3 yang terdiri dari DHA dan EPA. EPA bersifat antiinflamasi sedangkan DHA berperan penting dalam perkembangan otak.

Akan tetapi konsumsi lobster pun sebaiknya tidak berlebihan. Sebab dalam 250 gram daging lobster mengandung 275 miligram kolesterol. Sebagai gambaran, 250 gram daging lobster dapat Anda temui di lobster ukuran kecil hingga sedang.


[Gambas:Video CNN] (els/ayk)