Membuktikan Mitos Cari Tiket Murah dengan 'Incognito Mode'

CNN Indonesia | Selasa, 17/09/2019 16:14 WIB
Membuktikan Mitos Cari Tiket Murah dengan 'Incognito Mode' Ilustrasi. (janeb13/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ada banyak cara mencari tiket penerbangan murah untuk wisata ke luar negeri. Sebelum melakukan perburuan, pastikan mengetahui harga rata-rata tiket ke destinasi yang dituju dengan maskapai yang digunakan.

Sebagai awal pencarian, situs pembanding harga seperti Skyscanner bisa digunakan untuk mengetahui harga rata-rata per bulan di sebuah destinasi.

Berbeda bulan atau maskapai, maka bisa berbeda pula harganya. Dari penelusuran tim CNNIndonesia.com, harga tiket maskapai yang transit di Asia atau Arab bakal lebih murah sedikit dibandingkan yang transit di Eropa.


Namun kembali lagi kepada selera masing-masing, mau yang mementingkan kualitas pelayanan atau murahnya harga. 


Di antara sekian banyak cara berburu tiket pesawat ke luar negeri yang murah, tiga taktik yang dirasa terbukti oleh tim CNNIndonesia.com ialah; memesan tiket enam bulan sebelum terbang, pilih penerbangan dini hari atau tengah malam, terbang selain hari sibuk (Senin, Jumat, Sabtu, dan Minggu) dan fleksibel dengan waktu transit.

Tapi ada salah satu teknik "legendaris" yang juga patut dicoba turis untuk mendapatkan tiket murah, yakni melakukan pencarian tiket di sejumlah situs melalui browser dengan mode penyamaran (incognito) dan history serta cache yang telah dihapus.

Taktik ini sebelumnya dicontohkan oleh komunitas travel blogger High on Life di salah satu videonya.

Dalam eksperimen yang dilakukan tim CNNIndonesia.com pada Selasa (17/9), destinasi yang dituju ialah Jakarta-London untuk penerbangan enam bulan ke depan, yakni 4 Maret sampai 10 Maret 2020.

Penelusuran pertama, dengan browser Chrome tanpa mode incognito dan history serta cache yang belum dihapus, melalui situs Matrix ITA, Kayak, dan Google Flights - situs yang dicontohkan High on Life, menunjukkan bahwa harga tiket di tanggal tersebut rata-rata mulai dari Rp9 jutaan per orang.


Penelusuran kedua, dengan browser Opera dalam mode incognito dan history serta cache yang telah dihapus, melalui situs yang sama, hasilnya terbilang cukup memuaskan.

Di situs Matrix ITA, tim mendapat tiket PP Turkish Airlines seharga Rp8,8 juta per orang.

Penelusuran di Matrix ITA. (Screenshot via Itasoftware.com)

Sedangkan di situs Kayak dan Google Flights, tim mendapat tiket PP Oman Air seharga Rp7,8 juta per orang.

Dalam situs yang sama di peringkat kedua terdapat Qatar Airways yang menawarkan tiket PP Rp9,5 juta per orang.

Google Flights. (Screenshot via Google)

Kesimpulannya, walau selisih harganya tak terlalu signifikan namun strategi mencari tiket pesawat murah dengan browser mode incognito patut diperhitungkan, meski harus sabar dan teliti untuk mengkalkulasi harga.

Pasalnya situs seperti Matrix ITA, Kayak, dan Google Flights bakal mengantarkan pembeli ke situs penjual, yang mungkin bakal menambahkan pajak atau biaya lainnya dalam harga tiket.

Bagi yang tidak peduli dengan selisih harga ratusan ribu mungkin bisa memesan langsung di situs asli maskapai, namun jangan lupa untuk mendaftar menjadi member sebelumnya agar bisa mendapat keuntungan lebih.

Bagaimana dengan pembaca CNNIndonesia.com, apakah memiliki cara khusus dalam mendapatkan tiket pesawat murah? Silakan bagi pengalaman Anda di kolom komentar!

(ard/ard)