Studi: Orang Obesitas Cenderung Punya Anjing Obesitas

tim, CNN Indonesia | Selasa, 05/11/2019 20:07 WIB
Studi: Orang Obesitas Cenderung Punya Anjing Obesitas ilustrasi anjing (REUTERS/Shannon Stapleton)
Jakarta, CNN Indonesia -- Orang yang punya kelebihan berat badan cenderung memiliki anjing yang juga kelebihan berat badan. Penelitian dari Denmark mengungkapkan bahwa hal ini terjadi karena mereka cenderung memberi banyak makanan pada anjingnya.

Studi yang dilakukan oleh University of Copenhagen dan dimuat dalam jurnal Preventive Veterinary Medicine mengibaratkan anjing akan meniru majikannya. 

"Prevalensi anjing berat atau obesitas dua kali besar terjadi di antara pemilik yang juga mengalami obesitas (35 persen) dibandingkan dengan pemilik anjing yang langsing atau punya berat normal (14 persen)," ungkap para peneliti dikutip dari AFP.


Dari 268 anjing yang diteliti, sekitar 20 persennya kelebihan berat badan.


Pemilik anjing dengan berat tubuh normal cenderung menggunakan camilan untuk melatih anjingnya. Ini berbeda dengan pemilik anjing dengan tubuh obesitas. Mereka kerap menyediakan camilan dalam berbagai situasi.

"Misalnya ketika seseorang bersantai di sofa atau terkadang mereka berbagi sandwich atau kue dengan anjingnya," kata penulis utama studi Charlotte Bjornvad.


Di negara maju, sekitar 34 hingga 59 persen anjing kelebihan berat badan. Hal ini akan mengurangi harapan hidup atau mobilitas mereka. Selain itu diabetes dan penyakit jantung anjing juga mengintai.

Rata-rata anjing yang kelebihan berat badan punya umur yang lebih pendek, sekitar 1,3 tahun lebih pendek. (chs)