Dua dari Tiga Orang di Dunia Keliru Memandang Demensia

Tim, CNN Indonesia | Senin, 30/09/2019 18:31 WIB
Dua dari Tiga Orang di Dunia Keliru Memandang Demensia Ilustrasi. Sebanyak 2 dari 3 orang di dunia menganggap demensia sebagai bagian normal dari proses penuaan. (AFP PHOTO / BEHROUZ MEHRI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengetahuan global tentang penyakit Alzheimer dan demensia masih dinilai kurang. Sebanyak dua dari tiga orang di dunia masih berpikir bahwa demensia hanya merupakan bagian alami dari proses penuaan.

Hasil itu ditemukan dalam laporan Alzheimer's Disease International (ADI) bertajuk "Attitudes to Dementia" yang menandai diperingatinya Hari Alzheimer Sedunia pada 21 September lalu.

Laporan menemukan masih banyaknya orang di dunia yang berpikir bahwa demensia merupakan bagian alami dari proses penuaan. Pandangan ini menjadi stigma yang menghambat proses peningkatan kualitas hidup orang dengan demensia (ODD).


Sebanyak 48 responden percaya bahwa ingatan atau memori ODD tak akan membaik meski menjalani perawatan medis sekalipun. Sementara 1 dari 4 orang di dunia berpikir tak ada yang bisa dilakukan untuk mencegah demensia.

"Stigma seputar demensia ini menghambat peningkatan kualitas hidup ODD. Dengan stigma ini, publik tak berkeinginan untuk mencari informasi, saran, dukungan, dan bantuan medis terkait demensia," ujar Pemimpin Alzheimer's Disease International, Paola Barbarino, melalui keterangan resmi Alzheimer Indonesia yang diterima CNNIndonesia.com, pekan lalu.

Demensia merupakan penyakit neurodegeneratif yang mengakibatkan penurunan daya ingat dan gangguan cara berpikir. Penanganan yang tepat dapat meningkatkan kualitas hidup ODD.

Pandangan yang salah tersebut juga berujung pada respons atau sikap para praktisi medis (dokter dan perawat) yang tidak memuaskan. Laporan juga menemukan bahwa sekitar 50 persen ODD merasa diabaikan oleh praktisi medis.

Laporan ini disebut-sebut sebagai survei terbesar mengenai sikap dan perilaku umum masyarakat serta tenaga medis terhadap ODD. Penelitian melibatkan sekitar 70 ribu partisipan dari 155 negara dan wilayah di dunia.

Saat ini, diprediksi sebanyak 50 juta orang di dunia mengalami demensia. Angka itu diprediksi meningkat menjadi 152 juta pada 2050 mendatang.

Sementara di Indonesia, sebanyak 1,2 juta orang dilaporkan mengalami demensia. Pada 2050 mendatang, angka itu diprediksi meningkat menjadi 4 juta ODD.

"Untuk meningkatkan kualitas hidup ODD, masyarakat perlu membuka diri dengan berdiskusi dan mengusir stigma," pungkas Barbarino.

[Gambas:Video CNN] (asr/asr)