Secangkir Teh Berisi Miliaran Partikel Mikroplastik

tim, CNN Indonesia | Senin, 30/09/2019 07:18 WIB
Secangkir Teh Berisi Miliaran Partikel Mikroplastik ilustrasi teh celup (Morgan Sessions)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nikmat rasanya minum secangkir teh hangat di pagi hari. Namun tahukah Anda bahwa dalam secangkir teh hangat Anda tak hanya berisi air hangat, gula, dan kantung teh celup saja?

Menurut peneliti di McGill University di Kanada dalam secangkir teh celup Anda mengandung miliaran plastik mikroplastik.

Kantung teh diklaim menyebarkan serpihan mikroplastik ke dalam air. Penelitian tersebut menganalisa efek mencelupkan empat teh celup komersial ke dalam air mendidih.


Mereka menemukan bahwa satu kantung teh bisa melepaskan sekitar 11,6 miliar partikel mikroplastik, 3,1 miliar partikel nanoplastik ke dalam gelas atau cangkir. Jumlah ini ribuan kali lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah mikroplastik yang ditemukan di makanan atau minuman lainnya.

Mengutip CNN, tim peneliti mengeluarkan teh dari dalam kantung pembungkus untuk mencegahnya mengganggu hasil penelitian. Banyak produsen teh menggunakan polypropylene untuk membungkus tehnya.


Setelah dilepaskan dari kantung, teh ini kemudian direbus dalam air untuk mensimulasikan proses pembuatan teh.

Peneliti menemukan mikroplastik dalam berbagai makanan, namun masih sedikit penelitian yang membahas apakah mikroplastik bisa masuk ke dalam air saat menyeduh teh dan minuman panas lainnya.

Dalam penelitian terpisah, manusia makan rata-rata lima gram plastik setiap minggunya. Ini setara dengan berat kartu kredit.

Hanya saja,efek kesehatan dari minum teh bermikroplastik ini belum diketahui. Dalam ulasan awal, WHO mengatakan saat itu mikroplastik belum menimbulkan risiko kesehatan.


Namun ini tentunya masih butuh informasi dan penelitian lanjutan.

"Kami perlu tahu lebih banyak tentang dampak kesehatan dari mikroplastik karena mereka ada di mana-mana termasuk dalam air minum kami," kata Maria Neira, direktur departemen kesehatan masyarakat lingkungan dan penentu sosial kesehatan di WHO.

(chs)