Studi: Polusi Udara Berisiko Turunkan Kesehatan Mental Anak

CNN Indonesia | Jumat, 08/11/2019 06:59 WIB
Studi: Polusi Udara Berisiko Turunkan Kesehatan Mental Anak Data aplikasi AirVisual menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota berpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau kategori tidak sehat. (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selain mengembangkan kemampuan motorik, membiarkan anak-anak bermain di luar rumah seperti taman bermain, sangat baik bagi perkembangan sosial mereka. Sayangnya, manfaat baik ini juga menuai risiko bila area bermain tercemar oleh polusi udara.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Health Perspectives menunjukkan bahwa paparan polusi udara dapat memicu gangguan mental pada anak-anak. Bahkan, paparan polusi udara jangka pendek juga memiliki kontribusi pada penurunan kesehatan mental, yang akhirnya dapat meningkatkan risiko bunuh diri saat anak-anak tersebut beranjak remaja.

"Ini merupakan studi pertama yang menunjukkan adanya hubungan antara paparan harian polusi udara di luar ruangan dengan peningkatan gejala gangguan kejiwaan, seperti kecemasan dan keinginan bunuh diri, pada anak-anak," kata Cole Brokamp, penulis utama studi dari Cincinnati Children's Hospital Medical Center, dalam sebuah pernyataan, mengutip Medical Daily (26/9).



Brokamp menjelaskan, anak-anak yang setiap hari terpapar polusi udara memiliki konsentrasi myo-inositol yang tinggi pada otak mereka, sebuah gejala peradangan pada saraf akibat udara yang tercemar.

Hasil tersebut juga diperkuat oleh sebuah Penelitian Lingkungan yang digunakan oleh peneliti, bahwa polusi udara akibat lalu lintas dapat mempengaruhi kesehatan mental anak-anak sejak balita dan berlanjut hingga mereka beranjak remaja dan dewasa.

"Secara kolektif, studi-studi ini menyumbang bukti bahwa paparan polusi udara sejak balita dan masa sekolah dapat berkontribusi pada depresi, kecemasan dan masalah kesehatan mental lainnya hingga mereka mencapai usia remaja," kata Patrick Ryan, penulis studi dan peneliti di Cincinnati Children's.


Namun, peneliti mencatat diperlukan penelitian lebih lanjut untuk bisa menjelaskan secara lebih detail bagaimana polusi udara dapat berkontribusi langsung terhadap gangguan kejiwaan.

[Gambas:Video CNN] (ayk/ayk)