Studi:Orang Narsis Lebih Kuat Mental Hadapi Stres dan Depresi

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 30/10/2019 09:01 WIB
Studi:Orang Narsis Lebih Kuat Mental Hadapi Stres dan Depresi Ilustrasi. Narsis dianggap sebagai kepribadian yang membawa dampak negatif, namun ahli menyebut mereka cenderung lebih bahagia dari kebanyakan orang. (Foto: tookapic/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Istilah narsis kini terdengar biasa. Dilontarkan kepada mereka yang sering swafoto dan mengunggahnya di akun media sosial, atau mereka yang senang mengumbar tentang kelebihan diri sendiri.

Dalam kondisi tertentu, narsis bisa dianggap sebagai gangguan mental karena menciptakan delusi, yaitu menyakini hal-hal yang tidak sesuai dengan kenyataan. Sebagai contoh, orang dengan kepribadian narsis yang akut umumnya merasa paling benar, paling hebat, paling spesial, dan merendahkan orang lain.

Walau begitu, tak semua perilaku narsis adalah gangguan mental, ungkap Dr Kostas Papageorgiou dari sekolah psikologi Queen. Mengutip Metro UK, Papageorgiou mengatakan sebenarnya ada dua jenis narsisme, yaitu narsis ringan dan narsis akut.
"Narsis akut cenderung lebih defensif dan menunjukkan sikap bermusuhan, serta menunjukkan kebencian saat ada orang lain yang lebih hebat. Sedangkan narsis yang ringan atau muluk-muluk biasanya 'hanya' merasa dirinya penting, rupawan, atau paling pintar, serta merasa keasyikan untuk memainkan status atau jabatan," imbuh Papageorgiou.


Narsis akut, menurut Papageorgiou adalah jenis yang berbahaya karena cenderung memiliki harga diri rendah, sehingga mereka menciptakan delusi agar terlihat hebat. Sedangkan narsis ringan kadang diperlukan karena membuat seseorang kurang rentan terhadap stres dan depresi.

Untuk mendapatkan kesimpulan bahwa narsis ringan memiliki efek terhadap kesehatan mental, peneliti Queen's University Belfast melakukan tiga studi yang melibatkan lebih dari 700 orang.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Personality and Individual Differences and European Psychiatr itu mendapati, narsis ringan membuat seseorang lebih kuat mental. Sehingga orang dengan narsis ringan lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami stres atau depresi.

"Hasil dari semua penelitian yang kami lakukan menunjukkan bahwa narsis ringan berkaitan dengan komponen ketangguhan mental yang sangat positif, seperti kepercayaan diri, lebih sering bahagia, melindungi terhadap gejala depresi dan stres," Papageorgiou menjelaskan.
Walau demikian, Papageorgiou menekankan bahwa perilaku narsis tidak dapat dipandang baik atau buruk. Sebuah perilaku adalah evolusi dan ekspresi dari sikap manusia yang mungkin bisa bermanfaat atau berbahaya tergantung pada konteks.

"Penelitian ini menyimpulkan, sikap-sikap narsis yang membuat Anda percaya bahwa Anda pantas mendapatkan hal-hal yang baik, bahwa Anda brilian, atau Anda peduli terhadap kebutuhan diri sendiri, dinilai diperlukan sebagai penguat kondisi mental," jelas Papageorgiou.
Studi:Orang Narsis Lebih Kuat Mental Hadapi Stres dan DepresiFoto: CNN Indonesia/Fajrian

[Gambas:Video CNN] (ayk/ayk)