7 Cara Cegah Serangan Jantung

Tim, CNN Indonesia | Senin, 30/09/2019 16:59 WIB
7 Cara Cegah Serangan Jantung Ilustrasi. Dua puluh persen penyakit jantung kini dialami oleh orang berusia kurang dari 40 tahun. (Foto: Istockphoto/AaronAmat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Serangan jantung kini tak lagi memandang usia. Penyakit mematikan yang dulunya 'hanya' dikenal sebagai penyakit orang tua, kini juga menyasar orang-orang yang lebih muda, lapor sebuah penelitian yang dilansir Web MD awal tahun ini.

Penulis studi senior Dr. Ron Blankstein, seorang ahli jantung di Brigham and Women's Hospital di Boston, mengatakan angka serangan jantung di AS meningkat secara dramatis pada orang di bawah usia 40 tahun. Faktanya, 20 persen orang yang mengalami serangan jantung tersebut ditemukan masih berusia 40 tahun kurang.

"Beberapa dari mereka bahkan berusia 20-an serta 30-an. Dulu sangat jarang mendapati orang di bawah usia 40 tahun yang alami serangan jantung," tutur Blankstein.




Selama penelitian, Blankstein dan rekan peneliti mengumpulkan data dari hampir 2.100 pasien di bawah usia 50 tahun yang dirawat di dua rumah sakit di AS akibat serangan jantung.

Ia mengatakan, "Banyak orang berpikir bahwa serangan jantung adalah takdir, padahal sebagian besar kasus dapat dicegah dengan deteksi awal penyakit dan perubahan gaya hidup yang agresif."

Berikut sejumlah hal yang dapat dilakukan sebagai cara mencegah serangan jantung di segala usia.

1. Makanan ramah jantung

Pilihan makanan dinilai memiliki andil paling besar terhadap risiko serangan jantung. Orang-orang dengan jantung yang sehat ditemukan lebih sering mengonsumsi buah dan sayuran, biji-bijian, dan makanan tinggi asam lemak omega-3 seperti ikan, ketimbang makan makanan olahan serta daging berlemak.

Untuk orang yang lebih berisiko, seperti memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi serta serangan jantung, baiknya mulai mengurangi garam, lemak jenuh, dan daging merah.

Namun bukan berati tidak boleh makan 'enak', kunci mencegah serangan jantung ialah variasi menu yang seimbang sehingga tubuh mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.

2. Sesi meditasi

Bila pekerjaan yang dijalani rentan membuat Anda stres, saatnya untuk menyisihkan waktu untuk relaksasi. Yoga, meditasi, apapun bentuknya, temukan metode relaksasi yang cocok untuk Anda usai bekerja. Sebab, kondisi yang penuh dengan tekanan, seperti stres kerja, kemarahan, dan perselisihan dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

3. Kurangi rokok

Bila kini Anda tidak merokok, Blankstein menilai itu adalah kondisi sempurna yang dapat menambah poin bagi kesehatan jantung. Bila kini Anda merokok, orang yang merokok kurang dari 5 batang per hari saja dinilai lebih tinggi risikonya untuk mengalami tanda-tanda awal serangan jantung seperti sesak napas, sakit dada, kelelahan tiba-tiba, serta pembengkakan pada kaki. Berita baiknya, berhenti merokok dalam 1 tahun, sudah cukup mengurangi risiko serangan jantung secara drastis.

4. Cek rutin

Cek darah dapat membantu Anda mengontrol banyak hal yang berkaitan dengan risiko serangan jantung, yaitu tensi, kolesterol, dan juga gula darah. Walau kini tubuh masih bugar, ada baiknya untuk melakukan cek tekanan darah rutin, setidaknya sebulan sekali. Sebab, kondisi kesehatan darah tak bisa dinilai dengan perasaan.

Cek darah dinilai perlu terutama bila Anda sering pusing usai makanan berlemak atau hidangan laut. Bisa jadi itu adalah gejala kolesterol tinggi. Kolesterol jahat LDL dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri yang menjadi pemicu terjadinya serangan jantung.

Begitu pula dengan gula darah yang tinggi. Terlalu banyak gula dalam darah dapat merusak arteri. Itu sebabnya, kasus serangan jantung banyak terjadi pada penderita pradiabetes dan juga diabetes.

5. Aktif bergerak

Jantung terdiri atas banyak otot yang perlu dilatih secara teratur agar tetap kuat dan sehat. Selain itu, olahraga seperti berjalan, berlari atau berenang dapat membantu tubuh melepaskan hormon bahagia endorfin yang dapat menurunkan tingkat stres. Dengan kata lain, olahraga tak hanya dapat meningkatkan kesehatan tubuh dengan cara menurunkan tekanan darah, menguatkan otot jantung, dan mengontrol penumpukan lemak, namun juga menjaga kesehatan mental. Semuanya berpengaruh pada penurunan risiko serangan jantung.

6. Bersosialisasi

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang lebih banyak mendapat dukungan sosial, baik dari keluarga, pasangan atau teman, memiliki risiko masalah jantung yang sangat kecil. Ini berkaitan dengan rendahnya tingkat stres saat Anda memiliki teman setia untuk berbagi beban hidup. Menjaga pikiran dan hati tetap tenang, dinilai Blankstein sebagai salah satu cara yang efektif untuk cegah serangan jantung. 



7. Menjaga kebersihan gigi

Menjaga kebersihan gigi dapat menjadi cara cegah serangan jantung yang paling muda. Pasalnya, bakteri dari gusi yang meradang dapat memasuki aliran darah dan merusak pembuluh darah. Hal ini juga dapat menyebabkan pembekuan darah, yang cepat atau lambat dapat memicu terjadinya henti jantung.


[Gambas:Video CNN] (ayk/ayk)