FOTO: Melangkah di Punggung Ijen

Bisma Septalisma, CNN Indonesia | Minggu, 06/10/2019 13:20 WIB

Banyuwangi , CNN Indonesia -- Fenomena api biru atau blue fire membuat turis domestik dan mancanegara rela melakukan pendakian ke Kawah Ijen sejak dini hari.

Seorang pendaki sedang melihat peta pendakian di Kawah Ijen, Banyuwangi, Sabtu (21/9). Kawah Ijen adalah danau kawah yang berada di puncak Gunung Ijen dengan kedalaman danau 200 meter dan luas 5.466 hektare. Terdapat juga fenomena api biru (blue fire) yang hanya terdapat di Islandia dan Indonesia. 
Gunung Ijen adalah gunung berapi aktif yang bisa meletus kapan saja. (CNNIndonesia/Bisma Septalisma)
Pemandangan fenomena api biru di Kawah Ijen, Banyuwangi. (CNNIndonesia/Bisma Septalisma)
Para turis mulai melakukan pendakian ke Kawah Ijen sejak tengah malam. Fenomena api biru hanya bisa dilihat pada pukul 02.00-04.00 waktu setempat. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Ijen dikelilingi beberapa gunung seperti Raung, Rante, Pendil, dan Suket. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Hanya ada dua fenomena api biru di dunia, satu lagi di Islandia. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Blue fire bukanlah api, melainkan reaksi dari gas belerang yang bersuhu tinggi ketika bertemu oksigen. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Warga lokal yang menjadi penambang belerang di Kawah Ijen, Banyuwangi. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Bulan Juli-September dipercaya waktu terbaik untuk melihat blue fire. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Iring-iringan pendaki menuju Kawah Ijen yang ramai sejak tengah malam hingga dini hari. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Medan pendakian di Kawah Ijen menanjak dengan curam dan berpasir. Namun pendaki amatir tetap bisa melakukannya dengan bantuan pemandu wisata. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Usai melihat fenomena api biru, turis biasanya diajak kembali mendaki ke atas untuk menyaksikan matahari terbit dari Gunung Ijen. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)