4 Mitos Soal Seks, Dianggap Tabu hingga Penuh Nafsu

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 15/10/2019 22:02 WIB
4 Mitos Soal Seks, Dianggap Tabu hingga Penuh Nafsu Ilustrasi. Seks layak diperbincangkan untuk menghindari sejumlah masalah seputar hubungan seksual. (Foto: Istockphoto/dima_sidelnikov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banyak mitos berkembang seputar seks, mulai dari seks yang tabu, hingga penggunaan kondom yang dianggap 'melegalkan' seks bebas.

Sayangnya, mitos soal seks ini dinilai semakin memperburuk kualitas pendidikan seksual dan kesehatan reproduksi pada masyarakat Indonesia.

"Banyak stigma yang bermunculan di masyarakat tradisional karena kurangnya edukasi. Pendidikan seks, kesehatan reproduksi, dan keluarga berencana akan memberikan pemahaman mengenai risiko dan konsekuensinya, bukan mitos," kata Head of Marketing DKT Indonesia Ade Maharani di International Conference on Indonesia Family Planning & Reproductive Health di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.



Ade mengungkapkan sejumlah stigma dan mitos mengenai seks yang ditemukan oleh DKT, perusahaan sosial yang memasarkan alat kontrasepsi di Indonesia.

1. Seks tabu

Seks sering kali dianggap tabu sehingga tak layak didiskusikan. Faktanya, kata Ade, seks adalah kebutuhan dasar manusia yang sifatnya adalah naluriah.

Oleh karena itu, seks akan selalu ada dekat dengan kehidupan sehingga layak untuk diperbincangkan agar tidak menyimpang dan berakibat fatal seperti penyakit seksual menular dan kehamilan yang tidak direncanakan.

2. Seks dianggap nafsu

Alih-alih menyebut seks sebagai hawa nafsu belaka, seks sebenarnya merupakan ungkapan cinta dan kasih sayang.

Saat memandang seks sebagai nafsu, sering kali orang melakukannya dengan tidak bertanggung jawab. Sebaliknya, jika dilakukan dengan cinta, seks justru dapat menimbulkan rasa nyaman dan kebahagiaan.

3. Seks berisiko

Faktanya, seks tidak akan berisiko jika dilakukan dengan bertanggung jawab. Seks yang bertanggung jawab dilakukan dengan pada satu pasangan saja, menggunakan alat kontrasepsi mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, dan menggunakan kondom untuk mencegah penularan penyakit seksual.


4. Kondom sebagai promosi seks bebas

Penjualan kondom sering dianggap sebagai promosi seks bebas. Padahal, kondom merupakan alat kontrasepsi paling efektif dalam pencegahan penyakit menular seperti herpes genital dan sifilis.

Pemakaian kondom saat berhubungan seksual juga mengurangi risiko HIV/AIDS, serta infeksi HPV yang dapat menyebabkan kutil kelamin dan kanker serviks.

[Gambas:Video CNN] (ptj/ayk)