Bahaya Mencabut Tusukan Pisau yang Menancap di Luka

tim, CNN Indonesia | Kamis, 10/10/2019 19:30 WIB
Bahaya Mencabut Tusukan Pisau yang Menancap di Luka Banyak orang beranggapan kalau mencabut pisau atau benda tajam lain yang tertancap di tubuh bisa menolong orang, padahal ini tindakan yang berbahaya. (Istockphoto/ Zoka74)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menkopolhukam Wiranto ditusuk orang tak dikenal di Pandeglang, Banten. Akibatnya dia mengalami luka tusuk di bagian perut. Dikabarkan Wiranto ditusuk menggunakan belati dan gunting. Bila benda-benda itu tertinggal di tubuh, ia tak boleh dicabut sembarangan.

Sering kali orang yang melihat korban luka tusuk, berusaha mencabut benda tersebut sebagai bentuk pertolongan pertama. Padahal, tindakan tersebut tidak tepat dan justru dapat membahayakan kondisi orang yang terluka.

Pencabutan atau pengangkatan benda yang tertinggal di dalam tubuh hanya dapat dilakukan oleh ahli dan tenaga medis. Pencabutan benda tajam membutuhkan keahlian dan juga peralatan yang lengkap. Pencabutan ini biasanya dilakukan di Unit Gawat Darurat (UGD), ruangan bedah atau kamar operasi.


"Prosedurnya sebaiknya di kamar operasi yang sudah siap dengan segala kemungkinan termasuk bila ada cedera yang menimbulkan perdarahan hebat," kata dokter ahli bedah plastik RS Polri Donna Savitry kepada CNNIndonesia.com, Kamis (10/10).


Tenaga medis pertama kali akan membersihkan luka sesuai dengan prosedur tatalaksana. Dokter lalu akan mencabut benda dengan melihat kondisi luka seperti kedalaman, karakteristik benda, memprediksi kemungkinan organ/pembuluh darah yang terkena dengan melihat gejala klinis, lokasi, dan pemeriksaan penunjang lain. Jika diperlukan, pasien akan menerima anestesi agar tak merasakan sakit saat benda dicabut.

Jika dilakukan oleh orang biasa yang tidak memiliki keahlian, pencabutan benda tersebut dapat melukai organ lain. Kemungkinan benda tertinggal di dalam tubuh juga dapat terjadi. Luka yang lebih dalam dan mungkin sampai mengancam nyawa mungkin saja terjadi.

Saat dilakukan di UGD atau ruang bedah, dokter dapat menggunakan banyak peralatan untuk mengangkat benda yang menyebabkan luka tusuk seperti yang dialami Wiranto.

Benda yang tertinggal di dalam tubuh juga berfungsi sebagai penahan pendarahan. Jika benda tersebut diangkat, tanpa tindakan yang tepat, pendarahan hebat dapat terjadi karena tak ada lagi penahan darah.


Donna mengatakan pendarahan merupakan reaksi yang umum terjadi akan mengambil tindakan dengan memberikan darah tambahan. Ini tak bisa dilakukan oleh orang biasa di sembarang tempat.

"Bisa jadi pembuluh darah besar yang terluka di bagian tubuh tersebut justru malah tidak menimbulkan perdarahan hebat karena tersumbat benda. Begitu dicabut tanpa persiapan malah menimbulkan perdarahan hebat dan perlukan ke sekitarnya sehingga fatal akibatnya," kata Donna.

Pasca pengangkatan benda tajam yang tertinggal di dalam tubuh, pasien akan mendapatkan perawatan intensif yang akan dipantau oleh tim medis.

(ptj/chs)