Wisata 'Modal Kaki' dalam Jakarta Walking Tour

CNN Indonesia | Jumat, 11/10/2019 17:16 WIB
Wisata 'Modal Kaki' dalam Jakarta Walking Tour Suasana Car Free Day di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selama ini polusi udara dan kemacetan lalu lintas membuat wisatawan jadi enggan berlama-lama di Jakarta. Ibu kota yang seakan tak pernah tidur ini hanya dijadikan kota transit, padahal ada banyak objek wisata sejarah dan budaya di dalamnya.

Kawasan Jakarta Pusat, yang menjadi saksi sejarah pemerintahan Belanda saat masa Batavia, kini juga semakin cantik. Trotoarnya lebar, akses transportasinya semakin mudah.

Wisata berjalan kaki alias walking tour dirasa tepat untuk dipromosikan di Jakarta. Selain mempromosikan gaya hidup sehat, kegiatan wisata ini juga bisa membuat wisatawan mengenal lebih dekat ibu kota.



Oleh karena itu, Pemerintah Daerah Jakarta Pusat dan Dinas Pariwisata dan Kebudayan Jakarta Pusat melakukan uji coba 'Jakarta Walking Tour' yang dilakukan pada Jumat (11/10) mulai pukul 08.00 WIB.

Awak media "digiring" ke empat titik wisata dari Sarinah sampai Tosari. Pemandunya dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI).

"Sebenarnya tempat berwisata di Jakarta itu banyak sekali, cuma pandangan turis selama ini hanya macetnya saja. Dengan walking tour seperti ini turis bakal tinggal lebih lama di Jakarta," kata Inu selaku perwakilan HPI.

"Rute tur nantinya lebih beragam, ditambah fasilitas umum di kawasan Jakarta Pusat juga semakin nyaman," lanjutnya.

Enam Rute Wisata di 'Jakarta Walking Tour'Peserta 'Jakarta Walking Tour'. (CNN Indonesia/ Daniela Dinda)

Dalam uji coba hari ini, satu kelompok berjumlah sekitar sepuluh orang dipandu oleh satu pemandu wisata. Rutenya melewati empat titik, yakni; Sarinah, Jalan Sabang, Djakarta Theatre dan Tosari.

Selama berjalan kaki - di tengah kesibukan kendaraan bermotor melintas di Sarinah-Sudirman, pemandu menjelaskan sejarah yang keunikan masing-masing tempat.

Sarinah, disebut sebagai pusat perbelanjaan paling tua. Lalu Jalan Sabang yang disebut sebagai destinasi wisata kuliner.

Setelah kawasan Sarinah, 'Jakarta Walking Tour' berlanjut ke arah Tosari, tentu saja melewati bundaran dan hotel bersejarah Hotel Indonesia yang dikelilingi oleh gedung-gedung pencakar langit.

Tak hanya menambah wawasan. Tur semacam ini juga menambah konten sosial media peserta, karena bisa mengambil foto atau video dengan lebih leluasa dari trotoar sekitar yang lebar dan bersih.

Jika ada jajanan kaki lima, peserta juga diizinkan mampir untuk membelinya.

Tak hanya kamera dan penghalau sinar matahari, sepertinya untuk tur berjalan kaki di Jakarta peserta wajib membekali diri dengan air mineral untuk mencegah kehausan.


Enam Rute Wisata di 'Jakarta Walking Tour'Pemandu wisata menjelaskan serba-serbi Jakarta kepada peserta. (CNN Indonesia/ Daniela Dinda)

"Peserta tidak perlu memberikan uang tip kepada pemandu, karena ini program dari pemerintah. Bayangkan, di luar negeri tur semacam ini bertarif mulai dari US$ (sekitar Rp14 ribu)," kata Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Megantara, yang juga ingin tur wisata bisa memperkenalkan nuansa keberagaman dan kebersamaan di Jakarta.

Bayu juga mengatakan kalau pihaknya juga mengkurasi pemandu dari HPI yang bakal bertugas dalam 'Jakarta Walking Tour', sehingga peserta bisa benar-benar merasakan tur jalan kaki yang kaya akan wawasan budaya dan sejarah.

Jika uji coba berhasil, 'Jakarta Walking Tour' akan bertambah menjadi enam rute, yakni; Pasar Baru, City Center, Skycraper, Diversity, Weltevreden, dan Menteng.

Rute tersebut sebelumnya sudah dilewati oleh Bus Tingkat Wisata yang sudah beroperasi secara gratis di Jakarta.

Cara mendaftar dan jadwal 'Jakarta Walking Tour' nantinya diumumkan setelah uji coba selesai dilakukan.

Berikut adalah enam rute 'Jakarta Walking Tour':

1. Pasar Baru

Rute pasar baru dimulai dari Stasiun Juanda, kemudian berhenti di Soto Padang H. St. Mangkuto, Toko Lee Ie Seng, Bistro Bakery, PNIEL Church (Chiken Church), Bakmi Gang Kelinci Cakwe Ko Atek, Sin Tek Bio Temple (Vihara Dharma Jaya), Toko Kompak. Pemberhentian terakhir adalah Museum Antara. Jarak tempuh kurang lebih 2 kilometer.

2. City Center

Rute City Center dimulai dari Museum Nasional Indonesia, Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Taman Indonesia, Monumen Nasional (Monas), Merdeka Palace, Mahkamah Agung Indonesia, Jalan Veteran - sambil menikmati es krim ala Italia, Masjid Istiqlal, dan Gereja Katedral Jakarta. Jarak tempuh kurang lebih 2,5 kilometer.

3. Skyscraper

Rute dimulai dari Gedung Sapta Pesona, Monumen Sapta Arjuna, Monumen Mohammas Husni Thamrin, Bank Indonesia, Jalan Sabang - yang terdapat Kopi Oey, Toko Roti Sakura Anpan, dan toko Duta Suara Musik. Kemudian Pusat perbelanjaan di Sarinah, Teater Jakarta, Monumen Selamat Datang, Kendal Tunnel, dan Hotel All Season. Jarak tempuh kurang lebih 2,9 kilometer.

4. Diversity

Rute dimulai dari Masjid Istiqlal, kemudian menuju Gereja Katedral Jakarta, Jembatan Pasar Baru, Vihara Hare Krishna, Sai Center Pasar Baru (Sathya Sai Baba), Vihara Sikh, Saksi Yehuwa, Sin Tek Bio (Vihara Dharma Jaya), dan titik terakhir adalah PNIEL Church (Chicken Church). Jarak tempuh kurang lebih 2,9 kilometer.

5. Weltevreden

Rute perjalanan dimulai dari Monumen Irian Jaya Liberation, Daendels Palace, SMA Boedoet, Gedung Kimia Farma, Galeri Market, Gedung Kesenian Jakarta, Gedung Filateli, Sekolah Santo Ursula, Gereja Katedral Jakarta, dan terakhir adalah Masjid Istiqlal. Jarak tempuh kurang lebih 2,2 kilometer.

6. Menteng

Rute perjalanan dimulai dari Taman Suropati, Museum Proklamasi Indonesia, SD Menteng, Taman Menteng, Jalan besar Teuku Umar, Kediaman Soeharto (Presiden ke-2 Indonesia), Tugu Kustkring, dan Masjid Cut Meutia. Jarak tempuh kurang lebih 2,7 kilometer.

(vvn/ard)