Festival Bahari Raja Ampat 2019 Telah Resmi Dibuka

CNN Indonesia | Jumat, 18/10/2019 19:40 WIB
Festival Bahari Raja Ampat 2019 Telah Resmi Dibuka Panorama kawasan perairan Raja Ampat dari ketinggian. (AFP PHOTO / GOH CHAI HIN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Festival Bahari Raja Ampat 2019 telah resmi dibuka oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan Yohana Yambise di Waisai Torang Cinta (WTC), Raja Ampat, Papua Barat. Tahun ini festival diselenggarakan dari tanggal 18- 22 Oktober 2019 dengan tema 'Exotisim Raja Ampat from Ridge to Reef (Eksotisme Raja Ampat dari Bukit hingga Terumbu Karang)'.

Yohana dalam sambutannya menyampaikan bahwa dirinya mewakili Menteri Pariwisata Arif Yahya yang berhalangan hadir.

"Beliau (Arif Yahya) menyampaikan salam untuk warga dan wisatawan Raja Ampat. Nikmatilah festival ini dan festival ini akan membuat Raja Ampat lebih hebat lagi," sambut Yohana di Waisai, Raja Ampat, Jumat (18/10)



Festival Bahari Raja Ampat ini merupakan salah satu Top 100 Calendar of Event dari Kementerian Pariwisata.

Tahun ini festival digelar ke-tujuh kalinya. Setiap tahunnya wisata bahari, budaya dan kuliner khas Raja Ampat, disajikan sebagai suguhan utama.

Parade perahu hias serta tur diving dan snorkeling menjadi kegiatan utama selama penyelenggaraan.

Festival ini diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun internasional.

Yohana juga meminta kepada wisatawan yang datang turut berpartisipasi mempromosikan pariwisata Raja Ampat sehingga lebih banyak turis yang datang.

"Supaya datang terus dan coba promosi ke luar negeri. Saya percaya Raja Ampat akan jadi terkenal," kata Yohana.


Pembukaan festival juga turut dihadiri oleh Gubernur Papua Barat Dominus Mandacan, Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati dan Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Calender of Event Esthy Reko Astuti.

Tidak hanya sekedar sambutan, Yohana juga menyampaikan beberapa catatan kepada pemerintah daerah setempat untuk segera mengembangkan infrastruktur yang mendukung kegiatan pariwisata di Raja Ampat.

"Perlu pengembangan Bandara Raja Ampat jadi bandara internasional. Dengan demikian turis dapat langsung datang ke Raja Ampat," ucap Yohana.

"Rambu-rambu laut mohon ditambah, dilengkapi tempat bersandar untuk kapal di dermaga. Dan perlu dibangun berbuah resor atau penginapan yang dikelola masyarakat lokal Raja Ampat," tambahnya.

Di hari yang sama, G-Tour meluncurkan program wisata Indonesia Archipelago. Program ini nantinya akan mengajak wisatawan lokal maupun internasional menikmati pulau-pulau yang ada di Indonesia dengan kapal pesiar mini.

Setiap satu bulan, program ini hanya bisa dinikmati oleh 50 wisatawan. Tidak hanya sekedar wisata, program ini juga akan mengedukasi wisatawan tentang sejarah akan kebudayaan daerah-daerah di Indonesia.

CEO G-Tour Roland Tambunan mengatakan program ini akan dimulai berjalan pada Mei 2020.

"Nantinya Raja Ampat ini akan menjadi salah satu destinasi yang akan dituju dari program Indonesia Archipelago," kata Roland.


[Gambas:Video CNN]

(auz)