Undang Trump Buka Pabrik, Louis Vuitton Terancam Diboikot

tim, CNN Indonesia | Sabtu, 19/10/2019 10:37 WIB
Undang Trump Buka Pabrik, Louis Vuitton Terancam Diboikot Louis Vuitton mendapatkan ancaman pemboikotan karena mengundang Trump dalam pembukaan pabrik terbaru mereka. (Nicholas Kamm / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Donald Trump menghadiri pembukaan pabrik baru rumah mode mewah Louis Vuitton di Texas awal pekan ini.

Kedatangan Trump ditemani oleh Ivanka Trump, chairman LVMH Bernard Arnault dan CEO Rimowa Alexandre Arnault. Namun pascakedatangan Trump ke pabrik LV, LVMH, induk perusahaan LV menghadapi ancaman pemboikotan.

Rumah mewah Prancis membuka pabrik sebagai bagian dari komitmen yang dibuatnya kepada Administrasi Trump untuk menciptakan lebih banyak pekerjaan manufaktur di AS. Pada 2018, Louis Vuitton menandatangani Ikrar untuk Pekerja Amerika, sebuah prakarsa Trump yang juga ditandatangani oleh Google, Amazon, dan Ford.


Mengutip Business of Fashion, Grab Your Wallet kelompok yang meminta pembeli untuk memboikot bisnis yang terkait dengan Trump dan keluarganya, menambahkan merek LVMH ke dalam perusahaan yang harus dihindari. Hal ini diungkapkan oleh Shannon Coulter, salah satu pendiri gerakan tersebut.


Kelompok ini muncul sesaat sebelum pemilihan presiden di 2016 setelah munculnya rekaman tentang Trump yang meremehkan perempuan di set Access Hollywood. Grab Your Wallet berhasil merebut hati konsumen untuk memboikot lini mode Ivanka Trump dan toko-toko yang menjual produknya. Pada akhirnya ini membuat penjualan produknya menurun. Label tersebut bangkrut dan ditutup tahun lalu.

Sebagian besar merek di daftar Grab Your Wallet ditargetkan untuk perusahaan yang punya ikatan keuangan dengan Trump, termasuk SoulCycle dan mal Hudson Yards di Manhattan.

Undang Trump Buka Pabrik Baru,Louis Vuitton Terancam DiboikotFoto: Nicholas Kamm / AFP

LVMH adalah pemilik merek konsumen pertama yang membuat daftar yang tidak terlibat secara finansial dengan keluarga atau administrasi Trump, kata Coulter.

Coulter sendiri juga mengklaim bahwa ada banyak pelanggan Louis Vuitton yang marah dengan kunjungan Trump ke pabrik tersebut.

"Menciptakan lapangan pekerjaan bukan alasan untuk mengabaikan perilaku yang menjijikan secara moral," kata Coulter.

"Bisnisnya mau melihat ke arah lain untuk bekerjasama denga Trump, tapi ini tren yang mengkhawatirkan."


Beberapa jam setelah beredarnya foto Trump memotong pita diunggah online, warganet mengungkapkan bahwa mereka akan memboikot label ini.

"Malu dengan Anda yang berdiri di sebelah presiden paling korup dalam sejarah Amerika untuk membuka pabrik Anda. Saya tak akan pernah membeli apapun produk Anda. #boycottlouisvuitton," tulis pengguna Twitter.


(chs)