Keripik Sayuran Tak Lebih Sehat dari Keripik Kentang

tim, CNN Indonesia | Senin, 21/10/2019 17:20 WIB
Keripik Sayuran Tak Lebih Sehat dari Keripik Kentang Keripik sayuran dianggap jadi salah satu makanan sehat karena berbahan sayuran, namun kenyataannya belum tentu begitu. (Istockphoto/yasuhiroamano)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tren makanan sehat terus bermunculan, tak ketinggalan munculnya keripik sayuran.

Keripik sayuran dianggap jadi salah satu makanan sehat karena berbahan sayuran. Bahkan keripik sayuran ini dianggap lebih ramah lingkar pinggang dibanding dengan keripik kentang.

Padahal kenyataannya, menurut pengawas hak konsumen Hong Kong, mengungkapkan bahwa keripik sayuran yang digoreng (deep fried) ternyata bisa lebih tak sehat dibanding dengan keripik kentang.


Keripik sayuran deep fried mengandung dua kali jumlah karsinogen yang ditemukan dalam makanan yang terlalu matang.


Penelitian ini disurvei oleh kelompok hak konsumen di 10 negara Eropa.

"Secara kategoris Mengutip Asia One, penelitian ini memungkinkan konsumen untuk mengetahui lebih banyak tentang karsinogen. Itulah sebabnya dewan memutuskan untuk menerbitkan ringkasan temuan," kata pengawas dalam edisi terbaru Choice Magazine.

"Sayuran sering dianggap sebagai makanan sehat, tetapi temuan survei menunjukkan bahwa dengan menggoreng, memanggang, keripik ini bisa menghasilkan karsinogen dalam jumlah yang lebih tinggi daripada keripik kentang. Konsumen harus lebih waspada."

Pada 2003, penelitian yang dilakukan oleh Departemen Kebersihan dan Makanan Hong Kong menemukan bahwa kadar akrilamida yang tinggi terdapat dalam makanan ringan seperti keripik dan biskuit. Pada 1994, Badan Internasional untuk Penelitian Kanker mengevaluasi akrilamida sebagai 'bahan yang mungkin bersifat karsinogenik bagi manusia.'

Mereka menganggap memasak lebih lama pada suhu tinggi dapat berkontribusi pada pembentukan akrilamida.

Akrilamida adalah padatan organik yang tak berbau dan berwarna putih. Sebagai bahan kimia, banyak digunakan dalam industri kertas, tekstil, plastik, dan produksi gel.


Jumlah rata-rata akrilamida dalam 104 sampel keripik kentang ditemukan 457 mikrogram per kilogram, sedangkan pada 27 sampel keripik sayuran, mencapai 1.121 mcg/kg atau hampir 2,5 kali lipat dibanding sebelumnya.

Dua sampel keripik sayuran yang beredar memiliki akrilamida sebanyak 3.000 dan 4.900mcg / kg.

Tingkat patokan akrilamida dalam keripik kentang adalah 750mcg / kg, sedangkan pada makanan bayi hanya 40mcg / kg, sesuai dengan standar UE. (chs)