Studi: Gaji Turun Pengaruhi Kemampuan Berpikir Otak

Tim, CNN Indonesia | Senin, 21/10/2019 18:22 WIB
Studi: Gaji Turun Pengaruhi Kemampuan Berpikir Otak Gaji yang turun juga berisiko menurunkan kemampuan berpikir otak. (Foto: Istockphoto/Vergani_Fotografia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banyak karyawan yang mengharapkan adanya kenaikan gaji setiap tahun. Namun, ketidakstabilan ekonomi membuat sejumlah karyawan tak mendapatkan kenaikan gaji rutin, bahkan ada yang mengalami penurunan gaji akibat adanya masalah keuangan perusahaan atau berganti pekerjaan.

Tak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan pokok, penurunan gaji ternyata juga berpengaruh pada kesehatan otak yang berkaitan dengan kemampuan berpikir. Sebuah studi yang dilakukan peneliti dari Inserm Research Center di Prancis menemukan, dewasa muda yang mengalami penurunan pendapatan sebesar 25 persen, berisiko alami penurunan kemampuan berpikir.

"Studi eksplorasi kami melibatkan peserta di AS melalui resesi pada akhir 2000-an ketika banyak orang mengalami ketidakstabilan ekonomi," kata penulis utama studi tersebut Leslie Grasset, dikutip dari Times of India Oktober lalu.



Untuk mendapatkan hubungan antara penurunan pendapatan dengan kemampuan otak, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology tersebut melibatkan 3.287 orang berusia 23-35 tahun yang terdaftar dalam studi Pengembangan Risiko Arteri Koroner pada Dewasa Muda (CARDIA), yang mencakup populasi yang beragam ras.

Selama masa penelitian, peserta rutin melaporkan pendapatan rumah tangga pra-pajak tahunan setiap tiga hingga lima tahun selama periode 1990-2010. Para peneliti juga telah memeriksa seberapa sering pendapatan turun serta persentase perubahan pendapatan antara 1990-2010 untuk setiap peserta.

Dalam masa itu, peserta juga diberikan tes berpikir dan tes memori untuk mengukur seberapa baik mereka menyelesaikan tugas dan berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya.

Setelah dihubungkan antara jumlah pendapatan dan hasil tes, studi menemukan bahwa peserta yang mengalami dua kali atau lebih penurunan pendapatan memiliki kinerja yang lebih buruk dalam menyelesaikan tugas ketimbang orang yang tidak mengalami penurunan pendapatan.

Menariknya, semakin besar penurunan penghasilan juga membuat peserta mendapatkan skor yang lebih buruk termasuk membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk menyelesaikan beberapa tugas.

Hasil tersebut sama setelah peneliti menyesuaikan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi kemampuan berpikir, seperti tekanan darah tinggi, tingkat pendidikan, aktivitas fisik, dan merokok.

Tak hanya berpengaruh dalam jangka pendek, penurunan pendapatan juga bisa mempengaruhi otak peserta saat usia mereka mencapai paruh baya. Untuk mendapatkan kesimpulan ini, 707 peserta juga melakukan pemindaian otak dengan magnetic resonance imaging (MRI) pada awal penelitian dan 20 tahun kemudian untuk mengukur total volume otak mereka serta volume berbagai area di otak.


Para peneliti menemukan, ketika dibandingkan dengan orang-orang tanpa penurunan pendapatan, orang-orang yang mengalami dua kali atau lebih penurunan pendapatan memiliki volume otak total yang lebih kecil. Mereka juga memiliki konektivitas yang berkurang di otak, yang berarti ada lebih sedikit koneksi antara berbagai area otak yang akhirnya mempengaruhi kemampuan otak dalam berpikir dan mengingat. (ayk/ayk)