Hindari Heat Stroke dengan Kenali Tanda Tubuh yang Kepanasan

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 22/10/2019 13:06 WIB
Hindari Heat Stroke dengan Kenali Tanda Tubuh yang Kepanasan Ilustrasi. Untuk menghindari heat stroke, kenali beberapa tanda tubuh mengalami overheated. (PHILIPPE HUGUEN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kemarau panjang tengah melanda. Selain kekeringan, ancaman lain yang muncul dari suhu udara yang terlampau tinggi adalah tubuh yang mengalami overheated alias kepanasan.

Tubuh memiliki batas suhu panas yang bisa ditahan. Bila melewati batas, maka tubuh akan overheated alias kepanasan.

"Overheated membuat tubuh tak bisa mendinginkan suhu tubuhnya sendiri untuk kembali ke kondisi normal," ujar ahli nutrisi, Roger E Adams, mengutip situs kesehatan The Healthy.

Overheated sendiri umumnya disebabkan oleh paparan panas ekstrem selama periode yang lama. Saat suhu tubuh naik, aliran darah ke permukaan tubuh akan meningkat.

"Semua ini meningkatkan beban kerja ekstra pada jantung," kata Adams. Kepanasan juga akan membuat jantung berdetak lebih cepat dari biasanya.

Dalam kondisi yang lebih parah, tubuh yang kepanasan juga rentan terserang heat stroke. Nama terakhir merupakan bentuk paling ekstrem dari dampak kesehatan akibat cuaca panas.

Heat stroke bahkan dapat menyebabkan kerusakan pada otak dan organ internal lainnya hingga kematian. Mengutip WebMD, secara medis, heat stroke didefinisikan sebagai kondisi saat suhu inti tubuh berada di atas 40 derajat Celcius.

Berikut beberapa tanda sederhana saat tubuh mengalami overheated.

1. Berhenti berkeringat meski panas
Keringat dapat menunjukkan kondisi kesehatan. Berkeringat menjadi cara tubuh untuk memulihkan suhu tubuh ke dalam kondisi normal.

"Tubuh akan mencoba mendinginkan dirinya sendiri dengan cara berkeringat," ujar ahli kesehatan, Tania Dempsey.

Namun, Anda perlu waspada jika ada perubahan dalam jumlah keringat yang dikeluarkan. Saat seseorang mengalami dehidrasi parah, keringat akan berhenti mengucur. Hal ini menjadi tanda merah bagi tubuh Anda.

Tanpa keringat, tubuh akan kehilangan kemampuannya untuk mendinginkan dirinya sendiri. Dengan demikian, suhu tubuh akan terus berangsur naik yang mengarah pada heat stroke.

"Jika Anda tidak berkeringat sama sekali, lepaskan pakaian, minum air mineral, dan kompres tubuh kalau perlu," kata Dempsey.

Ilustrasi. Tubuh memiliki batas suhu panas yang bisa ditahan. Bila melewati batas, tubuh akan mengalami overheated. (AP Photo/Mindaugas Kulbis)

2. Pandangan kabur
Salah satu petunjuk awal overheated adalah pandangan yang kabur akibat pusing.

"Saat jaringan saraf halus di otak memanas, sakit kepala, kebingungan, kelesuan mental, dan pusing sangat mungkin terjadi," kata Adams.

Cuaca yang sangat panas juga membuat fungsi jaringan saraf di tubuh menjadi tak menentu. Anda juga akan merasa mual secara tiba-tiba.

"Beristirahat lah di tempat teduh dan minum yang banyak untuk menjinakkan suhu tubuh Anda," kata Adams.

3. Ruam
Ruam adalah bintik kemerahan yang muncul pada permukaan kulit. Ruam terjadi saat saluran keringat tersumbat. Kondisi ini menyebabkan peradangan yang ditandai dengan kemunculan bintik-bintik merah.

"Gunakan pakaian longgar dan ringan selama cuaca panas dan tetap berada di tempat teduh untuk mencegah heat stroke," ujar Dempsey.

4. Kram pada otot
Kram otot menjadi tanda lain dari tubuh yang mengalami overheated. Hal ini umumnya rentan menyerang orang-orang yang aktif berkegiatan di luar ruangan saat cuaca panas dan mengalami dehidrasi.

Untuk mengatasi ini, Dempsey menyarankan Anda untuk mendinginkan suhu tubuh dengan posisi duduk dan melakukan peregangan hingga kram dirasa hilang.

Selain daftar di atas, tubuh yang mengalami overheated juga dapat ditandai dengan sejumlah gejala lainnya. Mulai dari sakit kepala berdenyut, mual dan muntah, detak jantung cepat, napas cepat, kejang, hingga kebingungan.

[Gambas:Video CNN]


(asr/asr)