Studi: Genggaman Tangan yang Terkasih Bantu Redam Rasa Sakit

CNN Indonesia | Rabu, 06/11/2019 09:35 WIB
Studi: Genggaman Tangan yang Terkasih Bantu Redam Rasa Sakit Ilustrasi. Sentuhan seperti genggaman tangan dari yang terkasih diklaim ampuh meredam rasa sakit. (PublicDomainPictures/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Genggaman tangan ibu hamil pada pasangan saat melahirkan bukan dilakukan tanpa alasan. Sentuhan seperti genggaman tangan dari yang terkasih diklaim dapat membantu meredam rasa sakit.

Hipotesis itu didapat dari sebuah studi yang dilakoni sejumlah peneliti di University of Haifa, Israel.

"Untuk pertama kalinya, kami menunjukkan bahwa gelombang otak antara dua individu tersinkronisasi saat berpegangan tangan. Hal ini efektif untuk mengurangi rasa sakit," ujar ahli psikologi, Profesor Simone Shamay-Tsoory.

Shamay-Tsoory bersama timnya telah melakukan penelitian ini selama bertahun-tahun. Penelitian pertama dilakukan pada 2016 lalu dengan membandingkan efek sentuhan dari orang yang dicintai dan orang asing terhadap tingkat rasa sakit.

Mengutip New York Post, hasil penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Pain ini menemukan, sentuhan dari orang yang dicintai dapat mengurangi rasa sakit. Pengaruh positif yang sama tak didapat dari sentuhan orang asing.

Untuk memastikan hipotesis tersebut, Shamay-Tsoory bersama tim kembali melakukan penelitian pada tahun 2018. Kali itu, para peneliti menggunakan teknologi EEG untuk mengukur sinyal otak dari dua individu secara bersamaan saat berpegangan tangan.

Kali ini, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences menemukan bahwa gelombang kedua otak individu yang saling berpegangan saling tersinkronisasi ketika salah satu dari mereka mengalami rasa sakit.

"Mungkin, dengan sinkronisasi gelombang otak ini, mereka berbagi rasa sakit. Dengan berpegangan tangan, rasa sakit pun berkurang," ujar Shamay-Tsoory.

Selain itu, peneliti juga menemukan berpegangan tangan dengan orang yang terkasih dapat menurunkan aktivitas pada area insula. Nama terakhir merupakan area otak yang bertanggung jawab terhadap rasa sakit.

Ahli psikologi, Juulia Suvilehto, yang tidak terlibat dalam penelitian, meragukan hasil studi tersebut. Mengutip Medium, dia ragu bahwa genggaman kecil sebuah tangan akan membantu meredakan rasa sakit.

"Mungkin kaitan antara genggaman dan rasa sakit dalam hal ini lebih bersifat korelasional, tapi tidak kaukasional," ujar Suvilehto.

Sejauh ini, dalam catatannya, sentuhan baru terbukti ampuh untuk membantu tubuh menangani stres.

[Gambas:Video CNN]


(aul/asr)