Dinkes: 35 Persen Orang Jakarta Obesitas

tim, CNN Indonesia | Selasa, 05/11/2019 16:50 WIB
Dinkes: 35 Persen Orang Jakarta Obesitas Dinkes DKI Jakarta menyebut bahwa dari 1,3 juta responden warga Jakarta, sebagian besarnya punya perilaku hidup tak sehat dan risiko punya penyakit tak menular.(Istockphoto/MediaProduction)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyakit tidak menular (PTM) makin marak di Indonesia juga di DKI Jakarta. Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta melihat potret data masukan dan menyimpulkan bahwa musti ada yang berubah yakni perilaku masyarakat.

Himpunan data Dinkes DKI Jakarta pada 2019 dari 1,3 juta responden warga Jakarta (data BPS DKI 2018, ada 10,4 juta warga Jakarta) ada setidaknya 12 persen orang memiliki kebiasaan merokok, 30 persen orang (dari berbagai usia) kurang konsumsi buah dan sayur, 36 persen kurang aktivitas fisik. Selain itu, berdasarkan data ditemukan 35 persen orang mengalami obesitas, dan obesitas sentral sebanyak 49 persen.

Obesitas sentral merupakan kondisi kelebihan berat badan dilihat dari lingkar pinggang. Pria dikatakan mengalami obesitas sentral jika memiliki lingkar pinggang lebih dari 90 centimeter sedangkan wanita lebih dari 80 centimeter. Menurut Dwi Oktavia Handayani, Kepala Bidang pencegahan & Pengendalian Penyakit, Dinkes DKI Jakarta, obesitas merupakan faktor risiko terbesar dari PTM.


"Ini kondisi yang sangat serius, kita harus edukasi masyarakat untuk mengubah perilaku, paksa untuk bergerak lebih dan memilih makanan," kata Dwi di sela kampanye kolaborasi Nutrifood dan Alfamart serta Alfamidi di Alfamidi Super Bangka Raya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (5/11).


Dinkes sendiri bergerak dengan kampanye CERDIK yakni, Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin olahraga (minimal 150 menit per minggu), Diet seimbang (cukup serat, lemak, karbohidrat tidak berlebihan), Istirahat cukup dan Kelola stres. Dwi menambahkan pihaknya juga mendorong fasilitas kesehatan primer harus bisa skrining PTM pada warga usia produktif.

"Puskesmas bergerak aktif menemui warga biar bisa mengenali lebih dini termasuk gula darah," katanya.

Pihak Dinkes pun bekerja sama dengan korporasi untuk bersama bergerak mengampanyekan pemeriksaan kesehatan. Paling minim, warga sadar dan tahu kondisi tubuhnya berkaitan dengan kadar gula darah, kolesterol dan tekanan darah. (els/chs)