Rapat Komisi, Menteri Terawan Tak Terbiasa Hadapi Anggota DPR

tim, CNN Indonesia | Selasa, 05/11/2019 17:56 WIB
Rapat Komisi, Menteri Terawan Tak Terbiasa Hadapi Anggota DPR Meski terbiasa menghadapi pasien di rumah sakit dan dokter-dokter lain, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto ternyata belum terbiasa menghadapi rapat DPR.(CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Meski terbiasa menghadapi pasien di rumah sakit dan dokter-dokter lain, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto ternyata belum terbiasa menghadapi rapat DPR.

Untuk pertama kalinya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengikuti rapat kerja perdana dengan Komisi IX DPR yang digelar di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/11).

Dalam rapat kerja ini Terawan memperkenalkan para pejabat Kementerian Kesehatan yang dibawanya mengikuti Raker di Komisi IX. Namun terlihat sangat gugup saat berbicara di depan puluhan anggota Komisi IX tersebut. 


Suara Terawan yang awalnya keras lama-lama mengecil.


Melihat kejadian itu, salah satu anggota Komisi IX menginterupsinya. Dia bertanya apakah Terawan sedang sakit karena suaranya makin mengecil.

 "Mohon izin pimpinan, pak menteri lagi sakit?" kata salah satu anggota dewan itu.

Melihat interupsi itu, Terawan lantas menghentikan perkenalan jajarannya. Ia mengatakan tidak sedang sakit, namun hanya sebatas gerogi saat pertama kali ikut rapat kerja dengan DPR

"Oh saya tidak [sakit], hanya bergetar saja di depan (Raker Komisi IX)," kata Terawan.

Sontak jawaban Terawan itu membuat seluruh anggota Komisi IX dan pejabat kementerian yang hadir tertawa terbahak-bahak.

Setelah itu, salah satu anggota dewan lainnya turut interupsi. Ia lantas meledek Terawan hanya terbiasa berhadapan dengan para pasien ketimbang mengikuti rapat bersama anggota dewan. 

Sebelum jadi Menteri Kesehatan, Terawan sendiri berprofesi sebagai dokter spesialis syaraf sebelum menjabat sebagai Menteri Kesehatan. Terakhir, Mantan purnawirawan jendral bintang tiga itu mengembang amanah sebagai Direktur RSPAD Gatot Subroto.

"Karena biasa menghadapi pasien, anggap saja pasien bapak biar tidak grogi, microphone-nya di dekatkan saja Pak," kata dia.

Melihat anjuran itu, Terawan lantas mendekatkan mikrofon yang ada diatas mejanya agar lebih dekat dengan mulutnya saat berbicara. Ia lantas melontarkan kembali candaannya kalau baru pertama kali melihat mikrofon berukuran kecil yang ada di ruangan rapat Komisi IX

"Terimakasih, maafkan kami, karena kami juga baru pertama sekali melihat mic [sekecil] ini," canda Terawan.


Melihat canda Terawan itu, seluruh ruangan Komisi IX bergemuruh tawa kembali.

Setelah ituz Terawan lalu melanjutkan paparannya terkait visi misi Presiden Jokowi di bidang kesehatan. Terawan mengatakan Jokowi memiliki tiga fokus di bidang kesehatan selama lima tahun kedepan.

"Yang misi pertama mengenai penanganan stunting, kedua mengenai jaminan kesehatan nasional menbantu defisit Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), ketiga mengenai tingginya harga obat dan penggunaan alat kesehatan produksi nasional yang belum terpakai secara maksimal. Itulah visi misi Bapak presiden untuk bidang kesehatan," ukata Terawan.  (rzr/chs)