Jumlah Wisman Tahun Ini Turun, Wishnutama Hanya Bisa 'Pasrah'

CNN Indonesia | Rabu, 06/11/2019 16:55 WIB
Jumlah Wisman Tahun Ini Turun, Wishnutama Hanya Bisa 'Pasrah' Wishnutama (kiri) dan Angela Tanoe (kanan) dalam acara temu media di M Bloc Space, Jakarta, pada Selasa (5/11). (Dok. Kemenparekraf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, mengaku hanya bisa "pasrah" menerima kenyataan tidak tercapainya target mendatangkan 18 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun ini.

Target 18 juta wisman diberikan oleh Presiden Joko Widodo kepada Kementerian Pariwisata yang saat itu masih dipimpin oleh Arief Yahya - dan belum disatukan dengan Badan Ekonomi Kreatif.

Jumlah tersebut merupakan target baru dari target awal sebesar 20 juta yang diturunkan, karena di pertengahan tahun Indonesia dilanda bencana alam.



Hingga bulan September 2019, data Badan Pusat Statistik mencatat kedatangan wisman ke Indonesia baru berjumlah 12,27 juta.

"[Untuk target wisman] tidak terlalu banyak yang bisa kami lakukan. Karena turis sudah pesan tiket dari jauh hari dan sekarang sudah masuk November," kata Wishnutama dalam acara temu media di M Bloc Space, Jakarta, pada Selasa (5/11).

"Menurut pemahaman kami, tahun ini jumlah wisman turun karena ada banyak event besar tahun lalu seperti Asian Games, pertemuan IMF, tahun ini tidak, hanya ada pemilu. Tetap saja bagi kami dua bulan ini bakal jadi tantangan [untuk mendatangkan wisman]," lanjutnya.

Menjelang pergantian tahun, hingga saat ini Wishnutama bersama wakilnya, Angela Tanoesoedibjo, masih fokus dengan tiga target Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) serta Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf).


Tiga target yang dimaksud yakni pariwisata sebagai penghasil devisa nomor satu di tanah air, produk ekonomi kreatif Indonesia menjadi terbaik di kawasan ASEAN, dan menjadikan pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai sumber kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Kreativitas dalam mengembangkan pariwisata, kata Wishnutama, akan difokuskan pada 10 destinasi prioritas termasuk di dalamnya 5 destinasi super prioritas yakni Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur, Mandalika dan Likupang.

Tahun depan, kata dia, 5 destinasi super prioritas ini diharapkan akan menjadi daya tarik baru sekaligus kebanggaan Indonesia.

"Dalam waktu dekat ini kami akan keliling ke lima destinasi prioritas. Melihat lebih dekat perkembangannya, karena sekarang baru lihat laporannya. Kami ingin tahu lebih dekat apa sih yang diperlukan, apa tantangan pengembangannya," ujar Wishnutama.

"Karakter di tiap destinasi memang berbeda, tapi saya rasa itu daya tariknya," lanjutnya.


[Gambas:Video CNN]

(ard/ard)