Pria Asal Spanyol Tertular DBD Usai Berhubungan Seksual

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 14/11/2019 20:33 WIB
Pria Asal Spanyol Tertular DBD Usai Berhubungan Seksual Ilustrasi. DBD yang awalnya hanya ditularkan oleh gigitan nyamuk, kini ditemukan dapat menular lewat hubungan seksual. (Foto: Istockphoto/Thekopmylife)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang pria berusia 41 tahun asal Madrid, Spanyol, menderita deman berdarah dengue (DBD) usai melakukan hubungan seksual. Hal ini dikonfirmasi oleh otoritas kesehatan Spanyol sebagai kasus pertama penularan DBD lewat hubungan seksual.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, DBD hanya bisa menginfeksi manusia lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Kasus ini pertama kali terdeteksi pada bulan September, tak lama setelah sang pria melakukan hubungan seksual dengan pasangan prianya. Awalnya, ia mengalami gejala DBD yaitu flu parah, demam tinggi, serta nyeri otot, mengutip AFP, Jumat (11/9).



Kondisi ini membuat para dokter bingung, sebab pria tersebut tidak pernah melakukan perjalanan ke negara rawan penyakit DBD. Namun, karena pasangannya juga mengalami gejala serupa, maka dokter melakukan pemeriksaan sperma keduanya.

"Analisis sperma dilakukan dan mengungkap bawah mereka tidak hanya sama-sama menderita demam berdarah tetapi juga virus yang sama yang beredar di Kuba," kata Susana Jimenez dari departemen kesehatan masyarakat wilayah Madrid, dikutip dari Medical Daily

Dilaporkan, pasangan sang pria sebelumnya memang telah mengunjungi Kuba dan Republik Dominika. Namun, gejala yang ditunjukkan justru lebih ringan.

Jimenez menekankan, bisa jadi ini bukan satu-satunya kasus penularan DBD lewat hubungan seksual di dunia. Kasus yang hampir serupa juga terjadi di Korea Selatan. DBD menular lewat hubungan seksual antara pria dan wanita, hanya saja pihak dokter di Korsel belum mengonfirmasi hal tersebut.

DBD sendiri kini ditetapkan WHO sebagai wabah yang membuat setengah penduduk dunia berisiko terinfeksi. Setidaknya 50 hingga 100 juta orang di dunia menderita DBD setiap tahun akibat gigitan nyamuk.


Walau sebagian besar kasus DBD bisa disembuhkan, namun penanganan yang lambat atau keliru bisa berujung pada komplikasi yang menyebabkan kematian.

Gejala DBD yang paling umum ialah hidung dan mata berair, disertai demam lebih dari 3 hari yang tak kunjung turun dengan obat penurun panas, nyeri otot seluruh tubuh, sakit kepala, sakit di belakang bola mata, hingga muntah-muntah.


[Gambas:Video CNN] (ayk/ayk)