Salah Kaprah soal Manfaat Kesehatan dari Makan Daging Ular

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 12/11/2019 13:57 WIB
Salah Kaprah soal Manfaat Kesehatan dari Makan Daging Ular Ilustrasi. Konsumsi daging ular dipercaya dapat memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. (sipa/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ular bisa jadi berbahaya dan bisa juga tidak. Ular akan mematikan sebagaimana yang dialami pemuda Depok, Jawa Barat, yang tewas setelah dipatuk ular kobra. Tapi, bagi beberapa kelompok masyarakat lain, ular justru dijadikan santapan lezat.

Alih-alih menghindar, masyarakat Vietnam justru sangat menggemari olahan daging ular. Banyak restoran di Vietnam yang menyajikan daging ular dengan cara dikukus atau digoreng bersama cabai.

Konon, konsumsi ular dapat memberikan manfaat untuk kesehatan. Makan ular diklaim dapat menyembuhkan demam, masalah pencernaan, dan nyeri.

Mengonsumsi bagian tertentu dari tubuh ular atau empedu juga diklaim dapat meningkatkan vitalitas pria.

Benarkah demikian?

Ahli gizi, Saptawati Bardosono mengatakan, hingga saat ini belum ada yang dapat membuktikan khasiat dari mengonsumsi daging ular.

"Sampai saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa daging atau darah ular dapat meningkatkan vitalitas tubuh dan menyembuhkan alergi," kata Saptawati yang juga merupakan profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, kepada CNNIndonesia.com, Selasa (12/11).

Di Indonesia, ular bahkan tidak termasuk dalam tiga jenis obat yang boleh diperjualbelikan yakni jamu, obat herbal, dan fitofarmaka.

Alih-alih memberikan manfaat, makan ular justru memiliki efek samping tertentu. "Karena tubuh ular penuh dengan bakteri dan parasit," ujar Saptawati.

Tubuh ular mengandung sejumlah bakteri, salah satunya adalah Salmonella. Bakteri Salmonella dapat menyebabkan keracunan dan masalah pencernaan.

Sedangkan parasit yang terdapat dalam tubuh ular dapat menyebabkan infeksi. Seperti trichinosis yang menyerang usus, gnathostomiasis atau infeksi cacing, dan sparganosis yang menyebabkan kelemahan tulang.

[Gambas:Video CNN]


(ptj/asr)