Hari Diabetes Sedunia

Mitos Vs Fakta: Gula Penyebab Diabetes

tim, CNN Indonesia | Kamis, 14/11/2019 18:02 WIB
Mitos Vs Fakta: Gula Penyebab Diabetes ilustrasi diabetes (Hebi65/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Diabetes adalah penyakit yang ditandai dengan kadar gula dalam darah yang tinggi. Oleh karenanya, para penderita diabetes dianjurkan untuk mengurangi asupan makanan manis dan mengontrol gula darahnya dengan tepat.

Diabetes terjadi ketika tubuh Anda tidak lagi dapat secara efektif mengatur kadar gula darah. Ini dapat terjadi ketika pankreas Anda berhenti memproduksi insulin yang cukup, ketika sel-sel Anda menjadi resisten terhadap insulin yang diproduksi atau keduanya.

Namun banyak orang bertanya-tanya apakah penderita diabetes sama sekali tak boleh makan gula? Apakah hanya makan gula bisa menyebabkan penderita diabetes makin 'tersiksa?'


Mengutip Healthline, ini tak sepenuhnya benar. Memang benar kalau makan sejumlah besar gula tambahan bisa meningkatkan risiko diabetes. Akan tetapi gula hanyalah satu dari bagian teka-teki diabetes. Bukan cuma gula yang harus jadi kambing hitam penyebab penyakit Anda. Ada banyak faktor lain yang menjadi pencetus atau justru hal yang memperparah diabetes Anda.

Pola makan, gaya hidup, dan genetik juga memengaruhi risiko Anda terkena diabetes.


Sukrosa atau gula pasir yang terbuat dari bit atau tebu. Sukrosa terdiri dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa yang terikat bersama. Ketika Anda makan sukrosa, molekul glukosa dan fruktosa dipisahkan oleh enzim di usus kecil Anda sebelum diserap ke dalam aliran darah Anda.

Hal ini meningkatkan kadar gula darah dan memberi sinyal pankreas untuk melepaskan insulin. Insulin akan mengeluarkan glukosa dari aliran darah dan masuk ke sel-sel tubuh sehingga bisa diubah jadi energi.

Sementara sejumlah kecil fruktosa juga dapat diambil oleh sel dan digunakan untuk energi, sebagian besar dibawa ke hati Anda di mana ia dikonversi menjadi glukosa untuk energi atau lemak untuk penyimpanan. Jika Anda makan lebih banyak gula daripada yang bisa digunakan tubuh untuk energi, kelebihannya akan diubah menjadi asam lemak dan disimpan sebagai lemak tubuh.

Karena fruktosa dapat dikonversi menjadi lemak, asupan tinggi cenderung meningkatkan kadar trigliserida, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan hati berlemak. Asupan fruktosa yang tinggi juga dikaitkan dengan kadar asam urat yang lebih tinggi dalam darah. Jika kristal asam urat ini menetap di persendian Anda, kondisi yang menyakitkan yang dikenal sebagai gout dapat terjadi.


Banyak penelitian menemukan bahwa orang yang secara teratur minum minuman manis memiliki risiko 25 persen lebih tinggi terkena diabetes tipe 2. Faktanya, minum hanya satu minuman manis per hari meningkatkan risiko Anda hingga 13 persen terlepas dari kenaikan berat badan yang mungkin terjadi.

Bagaimana dengan gula alami? Penelitian lain menyebutkan bahwa gula alami yang terkandung dalam buah dan sayuran (yang tak ditambahkan pemanis dalam proses pengepakannya) tidak menyebabkan peningkatan risiko diabetes. Gula alami berada dalam matriks serat, air, antioksidan dan nutrisi lainnya, mereka dicerna dan diserap lebih lambat dan kecil kemungkinannya menyebabkan lonjakan gula darah.

Buah-buahan dan sayuran juga cenderung mengandung jauh lebih sedikit gula daripada banyak makanan olahan, sehingga lebih mudah untuk menjaga konsumsi Anda tetap terkendali. Sementara penelitian beragam, beberapa penelitian telah menemukan bahwa makan setidaknya satu porsi buah per hari mengurangi risiko diabetes sebesar 7-13 persen dibandingkan dengan tidak makan buah. (chs)