Tips Pola Makan Tepat untuk Pasien Hepatitis A

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 21/11/2019 17:31 WIB
Tips Pola Makan Tepat untuk Pasien Hepatitis A Ilustrasi. Pola makan yang tepat dapat mencegah kerusakan hati lebih lanjut pada pasien hepatitis A. (silverstylus/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 72 kasus hepatitis A ditemukan di Depok, Jawa Barat. Sebagian pasien menjalani perawatan di rumah sakit dan sebagian lainnya berobat jalan.

"Hasil penelusuran yang dilakukan, jumlah penderita [hepatitis A] sebanyak 72 pasien. Terdiri atas 38 laki-laki dan 34 perempuan," ujar Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/11), melansir Antara.

Data ini terungkap setelah muncul kabar mengenai virus hepatitis A yang menjangkiti sebanyak 40 siswa dan 3 guru SMP Negeri 20 Depok pada beberapa waktu lalu.

Hepatitis A merupakan salah satu penyakit hati yang paling umum. Penyakit radang hati ini disebabkan oleh virus yang umumnya ditularkan melalui konsumsi makanan dan minuman yang terinfeksi.

Meski dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa pekan, bukan berarti hepatitis A tak memerlukan penanganan yang tepat. Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada hati, pasien hepatitis A perlu memerhatikan pola makan yang tepat.

"Pasien hepatitis hanya perlu mengikuti pola makan sehat untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada hati," ujar ahli diet dari American Dietetic Association, Keri Gans, mengutip Everyday Health.

Pola makan sehat pasien hepatitis A melingkupi konsumsi banyak buah, sayur, dan biji-bijian. Selain itu, pasien juga perlu mengonsumsi sumber protein tanpa lemak seperti ikan dan putih telur, produk susu rendah lemak, serta lemak sehat seperti yang ditemukan pada kacang, alpukat, dan minyak zaitun.

"Seperempat piring makan harus mengandung sumber karbohidrat yang tinggi serat, sementara seperempat lainnya mengandung sumber protein tanpa lemak. Sisanya, lengkapi dengan sayur dan buah-buahan," ujar Gans.

Untuk membantu tubuh memproses makanan dengan lebih baik, Anda juga disarankan mengonsumsi air mineral dengan cukup. Air mineral lebih baik daripada minuman berkafein seperti kopi. Setiap orang disarankan untuk mengonsumsi air mineral sebanyak dua liter per hari.


Yang Harus Dihindari

Perlu diketahui, pola makan yang tidak sehat dapat berkontribusi pada kerusakan liver lebih lanjut. Konsumsi makanan tinggi kalori atau berpemanis hanya akan memicu penumpukan lemak pada hati. Selain berpotensi memicu sirosis, lemak yang menumpuk juga akan mengganggu efektivitas pengobatan hepatitis A.

Anda disarankan untuk menghindari kandungan lemak jenuh seperti pada mentega, produk susu tinggi lemak, daging berlemak, dan makanan-makanan yang digoreng. Hindari pula makanan berpemanis, kandungan garam tinggi seperti pada makanan olahan, dan minuman beralkohol.

Banyak pakar juga menyarankan agar pasien hepatitis A dapat menghindari masakan mentah. Masakan mentah dapat menjadi sarang bagi virus dan bakteri.

[Gambas:Video CNN]


(asr/asr)