Membasmi Nyamuk Malaria dengan Teknologi Nuklir

tim, CNN Indonesia | Kamis, 21/11/2019 12:47 WIB
Membasmi Nyamuk Malaria dengan Teknologi Nuklir ilustrasi nyamuk ( Pixabay/mikadago)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyarankan teknologi nuklir dalam sebuah proyek yang dirancang untuk menghilangkan nyamuk pembawa malaria dari Afrika.

IAEA bertugas untuk memburu senjata nuklir terlarang. Namun selain itu mereka juga harus mempromosikan penggunaan energi atom untuk kedamaian.

Dalam proyek malarianya, ilmuwan IAEA melakukan tes di Sudan Utara dan kepulauan di Samudra Hindia. Hal ini bertujuan untuk memusnahkan nyamuk pembawa malaria. Nyamuk jantan ini dibawa ke laboratorium di Seibersdorf, dekat Wina, Austria. Di sana nyamuk ini disterilkan dengan menggunakan radiasi sinar gamma dosis besar.


Radiasi sinar dengan teknik nuklir ini kepada nyamuk jantan ini bertujuan untuk membuat nyamuk betina penular penyakit juga menjadi steril.


Nyamuk jantan tak menggigit dan tak membawa penyakit ini disterilkan. Setelah dilepas ke lapangan, nyamuk jantan ini akan kawin dengan betina dan membuat betina juga jadi steril.

"Ini adalah metode yang menggunakan sterilisasi sebagai semacam alat kontrasepsi untuk nyamuk. Prinsipnya adalah, dalam fasilitas besar kemudian mensterilkan mereka dengan radiasi dan melepaskannya di lapangan," kata Alan Robinson, kepala penelitian di Seibersdorf dikutip dari VOA News.

"Jika serangga yang dilepaskan di lapangan akan kawin dan membuahi serangga lain di lapangan, maka mereka akan mensterilkannya.


Mengutip laman IAEA, lembaga ini bekerjasama dengan FAO dan WHO menggunakan teknik serangga steril nuklir dalam memerangi penyakit yang dibawa oleh nyamuk seperti demam berdarah, zika, dan malaria.

IAEA menggunakan metode serupa untuk membebaskan Zanzibar dari wabah lalat tse-tse atau lalat pembawa penyakit tidur. (chs)