Aksi Pamer ala Seleb Tak Selalu Berarti Gangguan Narsistik

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 28/11/2019 04:40 WIB
Aksi Pamer ala Seleb Tak Selalu Berarti Gangguan Narsistik Ilustrasi. Gangguan kepribadian narsistik bukan cuma urusan gemar pamer. Istockphoto/ JerryPDX
Jakarta, CNN Indonesia -- Belakangan ini, jagat maya diramaikan oleh deretan selebriti yang berbondong-bondong memamerkan hartanya.

Teranyar, sejumlah selebriti ditantang untuk memamerkan isi saldo rekening. Aksi ini dimulai dari selebriti Barbie Kumalasari yang diikuti oleh rekan-rekan lainnya seperti Raffi Ahmad, Nikita Mirzani, hingga Ria Ricis. Jumlah yang dipamerkan bervariasi, mulai dari puluhan juta hingga miliaran rupiah.

Tak ayal, aksi pamer saldo rekening itu kemudian banyak diasosiasikan netizen dengan gangguan kepribadian narsistik.

Namun, publik tak bisa sembarangan menyebut aksi pamer harta tersebut sebagai kepribadian narsistik. Ahli kesehatan jiwa RS Awal Bros Bekasi Barat, Alvina mengatakan, perilaku memamerkan harta yang dilakukan para pesohor belum tentu merupakan kepribadian narsistik.

"Untuk kasus public figure, bisa saja perilaku memamerkan harta adalah bagian dari pekerjaan mereka di dunia hiburan untuk meningkatkan popularitas mereka," ujar Alvina dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Menentukan gangguan narsistik memang tak bisa begitu saja. Sikap pamer yang disebabkan oleh gangguan narsistik umumnya akan disertai dengan beberapa ciri lain.

Beberapa ciri lain itu di antaranya merasa diri paling penting, fantasi berlebih tentang kehebatan, keyakinan bahwa dirinya unik dan istimewa, butuh pengakuan, kurang empati, serta iri dengki pada orang lain. Perilaku arogan dan nakal yang menetap sejak masa dewasa muda juga bisa menjadi salah satu ciri kepribadian narsistik.

"Jika ciri-ciri tersebut terdeteksi, maka seseorang bisa disebut mengalami kepribadian narsistik," ujar Alvina.

Umumnya, orang dengan kepribadian narsistik memiliki masalah dengan rasa kepercayaan diri. Hal ini membuat mereka sangat membutuhkan pengakuan dari lingkungan sekitar.

Beberapa kasus kepribadian narsistik bisa memicu berkembangnya gangguan mental lain seperti gangguan mood atau masalah dalam relasi.

[Gambas:Video CNN]



(asr/asr)