Rekomendasi Kuliner

Bekerja Sambil Mencecap Kopi Cabai di Selatan Jakarta

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 22/11/2019 19:57 WIB
Bekerja Sambil Mencecap Kopi Cabai di Selatan Jakarta Pelanggan dapat menyecap secangkir kopi hangat yang menemani aktivitas kerja di Tujuhari Coffee. (CNN Indonesia/ Elise Dwi Ratnasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bekerja di kantor selalu lekat dengan tekanan. Inspirasi seolah enggan menghampiri tembok tebal gedung. Atas nama produktivitas, kaum pekerja menjadikan lokasi-lokasi tongkrongan termasuk kedai kopi sebagai lokasi kerja.

Sebutlah Tujuhari Coffee yang terletak di Grand Wijaya Center, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Para kreatornya, Lavie Daramarezkya, Aulia Fauzansyah, Aulia Audriansyah, dan Gunawan Wibisono mendedikasikan kedai kopi mereka sebagai wadah produktivitas.

Tujuhari Coffee berawal dari lapak kopi virtual yang bisa ditemukan di fasilitas ojek daring. Setelah lapak daring berjalan setahun, empat sekawan ini mewujudkan sebuah kedai kopi.

"Namanya Tujuhari karena tujuh hari erat dengan kata kunci produktivitas. Kami ingin punya kontribusi untuk kemajuan bangsa lewat tempat yang didesain untuk generasi milenial. Apalagi generasi milenial termasuk ke golongan usia-usia produktif," ujar Lavie saat ditemui di Tujuhari Coffee, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (21/11).

Tak sulit menemukan kedai kopi ini. Dari deret ruko di kawasan Grand Wijaya Center, kedai kopi tampak cukup mencolok dengan dinding berpulas putih. Begitu masuk, Anda akan disuguhi pemandangan bar di sebelah kiri dan deret meja kursi di sisi kanan. Lavie menyebutnya sebagai 'productivity chamber'.

Di ujung ruang kedai terdapat panggung mini dengan latar rak berisi buku dan piringan hitam (vinyl). Bukan gimmick semata, lantunan tembang dari piringan hitam yang diputar menemani suasana menyesap kopi seraya bekerja untuk pelanggan.

Tujuhari Coffee di Kebayoran Baru, Jakarta, hadir dengan konsep yang dapat meningkatkan produktivitas kerja. (CNN Indonesia/ Elise Dwi Ratnasari)

Keseriusan dalam menggarap ruang pun dibuktikan lewat pemilihan lampu dan detail perabot. Tak seperti kedai lain yang memilih lampu kuning redup, Tujuhari justru menjadikan lampu putih terang sebagai salah satu sumber penerangan. Warna putih memberikan kenyamanan penglihatan selama beraktivitas.

Demi memudahkan mobilitas, Tujuhari mengutamakan meja yang menggunakan roda. Seolah mementingkan keperluan bekerja, di atas meja juga tersimpan lengkap wadah alat tulis dengan pensil, penghapus, dan kertas sticky notes.

Kopi dengan sisipan 'cabai' 

Di samping menonjolkan soal konsep ruang yang memicu produktivitas, Tujuhari Coffee tak begitu saja melupakan unsur menu-menu kopinya. Baik menu kopi seduh manual (manual brew) maupun basis susu (milk based) tersedia di sini.

Untuk seduh manual, kedai menyediakan tiga biji kopi reguler yakni Ciwidey Patuha, Toraja Minahasa, dan Flores, serta biji kopi musiman seperti dari Brazil. Menu-menu berbasis susu dan espresso juga menggunakan biji kopi arabika dari Flores Manggarai dan Toraja Sapan.

"Di sini kami menggunakan biji kopi full arabika, karena kami ingin masuk ke semua market sehingga bisa diterima," ujar Gunawan.

Menu andalan sejak jualan daring tahun lalu tetap dipertahankan yakni Kopi Harian alias es kopi susu.

Jika ingin mencoba sesuatu yang berbeda, coba saja menu Renaissance Latte. Tak seperti pada umumnya, latte satu ini memiliki racikan khusus menggunakan rempah seperti jahe, cabai, dan cengkeh.

Beragam menu kopi dan nonkopi disajikan di Tujuhari Coffee. (CNN Indonesia/ Elise Dwi Ratnasari)

Secangkir Renaissance Latte bakal memanjakan indera penciuman dengan aroma cengkeh cukup kuat. Rasa manis, susu dan kopi jadi satu dengan campuran rempah. Ada timbul sedikit rasa hangat setelahnya.

Latte ini memiliki rasa manis karena campuran simple syrup. Jika menginginkan rasa rempah yang cukup kuat, Anda bisa memesan versi less sugar.

Tak hanya kopi, ada pula minuman-minuman nonkopi seperti Chocolate, Matcha Latte, sarsaparila Cap Badak, aneka speciality tea, mocktail, dan jus.

Ada minuman, ada pula kudapan yang siap dinikmati selagi bekerja. Untuk kudapan, Tujuhari bekerja sama dengan sejumlah vendor seperti Capas untuk camilan serba gurih dan asin, brownies dari ButterBrown, gelato dari Buon, dan kukis dari Mookie.

Anda bisa menikmati aneka menu kopi sambil mengejar deadline dengan merogoh kocek mulai dari Rp22ribu-Rp48ribu. Sedangkan menu nonkopi mulai dari Rp18ribu-Rp38ribu. Kudapan baik asin maupun manis bisa dinikmati di harga Rp22ribu-Rp48ribu.

[Gambas:Video CNN]


(els/asr)