CELOTEH WISATA

Jorge Lorenzo dan Kisah 'One Way Ticket' ke Bali

Ardita Mustafa, CNN Indonesia | Sabtu, 07/12/2019 12:30 WIB
Jorge Lorenzo dan Kisah 'One Way Ticket' ke Bali Jorge Lorenzo saat ditemui di The Clubhouse at Ulu, Bali, pada 24 November 2019. (CNNIndonesia/Ardita Mustafa)
Jakarta, CNN Indonesia -- "Sawatdii khrap!"

Sapaan khas Thailand terdengar saat Jorge Lorenzo, pebalap MotoGP yang baru saja mengumumkan masa pensiunnya, memasuki ruangan wawancara kami siang itu. Saya yang sedang mengatur letak kamera sontak tertawa mendengarnya. Begitu juga dengan sang manager dan fotografer pribadinya.

Candaan mantan pebalap yang masih berusia 32 tahun itu otomatis langsung membuyarkan gambaran diri saya akan "Lorenzo, sang pebalap yang sering moody saat diwawancara" seperti yang sering dibicarakan sesama wartawan dan sejumlah media.


Telah pensiun dari dunia balap motor yang telah digelutinya sejak tahun 2008 mungkin menjadi salah satu faktor Lorenzo kini terlihat lebih santai.

Sering melihat dirinya tampil dengan kostum balapan dan muka tertutup helm, saat kami bertemu ia terlihat mengenakan kaus hitam, celana jeans berwarna abu-abu, dan sneakers putih.

Saya beruntung bisa mewawancarai juara dunia tiga kali MotoGP itu secara eksklusif beberapa hari setelah dirinya menginjakkan kaki di Bali.

Setelah resmi mengumumkan bahwa dirinya pensiun, Lorenzo memang mengatakan kepada media bahwa dirinya berniat datang ke Bali dengan hanya mengantongi satu lembar tiket pergi, yang seakan menjadi isyarat bahwa dirinya akan berkunjung dalam jangka waktu lama di Indonesia.

Sebelum tiba hari wawancara, saya mencoba mencari tahu keseharian Lorenzo di Instagram-nya.

Unggahan terakhirnya mengenai MotoGP tercatat pada 21 November 2019. Itupun video pendek berisi wawancara ringan sesama rekan pebalapnya, Marc Márquez, yang memberikan opini mengenai dirinya. Selain itu, unggahan di Instagram Lorenzo lebih banyak soal Bali.

Mengapa datang ke Bali setelah pensiun dari MotoGP menjadi pertanyaan pertama dari saya saat kami memulai wawancara. Lorenzo lalu menjawab kalau liburan memang menjadi rencana pertamanya usai rehat dari dunia balap motor.

"Saya telah menggeluti dunia balap motor secara profesional sejak usia 15 tahun. Banyak tekanan, banyak latihan, bahkan saya mengalami cedera dalam beberapa tahun terakhir, terutama di bagian punggung. Jadi saya rasa liburan setelah pensiun menjadi hal yang tepat dilakukan," kata Lorenzo saat saya wawancara di The Clubhouse at Ulu, Bali, pada Rabu (24/11) siang.

[Gambas:Instagram]

Pria ini lanjut mengatakan bahwa Bali sangatlah istimewa baginya, sehingga ia memilih datang untuk liburan setelah pensiun ke Pulau Dewata.

Ini bukan kali pertama Lorenzo berwisata ke Bali. Sebelumnya ia telah datang saat tur bersama Yamaha pada tahun 2008. Saat itu ia hanya menghabiskan waktu selama lima hari di Bali lalu kembali sibuk dengan dunia MotoGP. Sejak saat itu ia berniat untuk datang lagi ke Bali suatu hari nanti.

Lorenzo tak ragu mengaku kalau dirinya sangat jatuh cinta dengan Bali. Bukan cuma alamnya, namun ia juga terkesan dengan keramahan masyarakatnya.

Jorge Lorenzo dan Kisah 'One Way Ticket' ke BaliUsai wawancara, Jorge Lorenzo menyempatkan diri untuk bersantai di kolam renang The Clubhouse at Ulu. (CNNIndonesia/Ardita Mustafa)

"Masyarakat di sini sangat ramah dengan turis mancanegara. Mereka seakan menularkan kebahagiaan. Objek wisata di Bali juga sangat beragam, mungkin Anda juga bisa menikmati pantai dan beach club sekaligus dari hotel seperti di sini [The Clubhouse at Ulu]," ujar Lorenzo.

"Matahari di sini bisa dibilang bersinar sepanjang tahun. Bayangkan, Anda bisa berjemur selama setahun penuh! Itu juga yang membuat saya sangat jatuh cinta dengan Bali," lanjutnya.

[Gambas:Instagram]

Karena baru bertemu di hari ketiga semenjak datang di Bali, saya lalu bertanya kegiatan apa saya yang telah dilakukannya selama beberapa hari kemarin.

Ia menceritakan kepada saya bahwa dirinya sempat diajak berlayar ke Nusa Lembongan. Ia bahkan mencoba olahraga yang dirasa sangat menantang baginya; surfing.

"Saya rasa saya kurang lihai dalam berselancar," ujar Lorenzo sambil tersenyum.

"Tapi saya berencana untuk keliling Bali naik motor. Mungkin dengan motor skuter, bukan motor besar," lanjutnya berandai-andai.

Bali juga identik dengan pesta, namun Lorenzo berkata kalau dirinya bukan penggila pesta. Ia lebih memilih menikmati matahari terbenam sambil menyesap cocktail dari pinggir kolam renang dibandingkan pesta semalam suntuk di kelab malam.

Di hari-hari pertama pensiunnya dan saat tiba di Bali, Lorenzo bahkan bisa kembali punya waktu untuk kembali membaca buku dan menonton film, salah satu kegiatan pengisi waktu luang favoritnya.

"Membaca buku dan menonton film, itu dua hal yang sering saya lakukan di waktu senggang. Kini saya bisa lebih sering melakukannya, dan kini saya bisa melakukannya di Bali," pungkas Lorenzo.

(hrd/ard)