Bersantap Sambil Bercerita ala 'Maid Cafe' Tersohor di Jepang

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 13/12/2019 18:56 WIB
Bersantap Sambil Bercerita ala 'Maid Cafe' Tersohor di Jepang Di kafe ini Anda dibuat seperti bersantap di rumah sendiri karena pelayanan yang ceria dan bersahabat. (Foto: CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jepang selalu menawarkan pengalaman wisata menarik termasuk di kawasan Akihabara. Area di sekitar stasiun Akihabara, Chiyoda, Tokyo seolah menjadi destinasi wajib buat pecinta anime, tokusatsu, juga game. Di sini, Anda tak hanya bisa menyusuri toko pernak-pernik anime favorit, tetapi juga nikmati pengalaman bersantap di kedai dengan pramusaji yang mengenakan kostum pelayan (maid) ala karakter anime.

Setelah lelah menyusuri toko pernik anime, game dan tokusatsu Animate, juga Mandarake Complex, mampir saja ke @home cafe. @home cafe merupakan salah satu 'maid cafe' tersohor di Akihabara. Dari luar, kafe yang terletak di gedung Mitsuwa ini begitu mencolok dengan eksterior warna pink.
'Maid Cafe' Jepang Ajak Pengunjung Bercerita Sambil BersantapBerkunjung ke Akihabara, Jepang sebaiknya tak melewatkan kunjungan ke 'maid cafe', salah satunya @home cafe di gedung Mitsuwa, Chiyoda, Tokyo. (Foto: CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)
Begitu masuk, Anda tidak akan langsung menemukan front desk atau staf kafe. Pengunjung musti menggunakan lift. Meski tak langsung disapa oleh maid, pengunjung bisa langsung merasakan suasana kafe lewat barisan pigura dengan foto para maid.


Sampai di lantai yang dituju, pengunjung akan disambut oleh staf pria. Tak seperti kunjungan di kafe pada umumnya, sebelum duduk Anda bakal disodori daftar menu dan aturan selama berkunjung. Dengan bahasa Inggris agak terbata, staf memberikan daftar menu dalam bahasa Inggris sebelum memastikan tamunya adalah wisatawan asing.


Di sini, Anda akan dikenakan biaya layanan maid (maid service fee) meski tidak makan atau minum. Untuk orang dewasa dikenakan 700 yen (hampir Rp90ribu). Harga bisa bervariasi tergantung usia. Mahasiswa dikenakan biaya 600 yen (sekitar Rp 76 Ribu), murid SMA 500 yen (sekitar Rp 63ribu) dan murid SMP, SD dan lansia 400 yen (sekitar Rp51ribu).

Sistem menu berupa paket yang dibanderol mulai dari 1.250 yen (sekitar Rp160ribu) hingga 3.150 yen (sekitar 402 ribu). Pilihan paket beragam mulai dari paket Drink Combo (minuman dan foto bersama maid), Dessert Combo (minuman, dessert dan foto bersama maid) hingga Premium Combo (minuman, makanan, dessert, foto bersama maid serta souvenir). Akhirnya pilihan jatuh pada Dessert Combo yang dibanderol 1.850 yen (sekitar Rp236ribu). Namun harga-harga ini belum termasuk pajak.

"Okaerinasaimase Ojou-sama!(Selamat pulang Nyonya)" kata seorang pramusaji berseragam maid sumringah.

Sapaan ini barangkali terdengar aneh tetapi di maid cafe, pengunjung akan dilayani layaknya majikan alias tuan (goshuujin-sama) atau nyonya (ojou-sama). Sang maid membimbing pengunjung sembari membunyikan lonceng seolah meminta perhatian seluruh penghuni kafe bahwa 'sang nyonya' tiba.
'Maid Cafe' Jepang Ajak Pengunjung Bercerita Sambil BersantapBerkunjung ke Akihabara, Jepang sebaiknya tak melewatkan kunjungan ke 'maid cafe', salah satunya @home cafe di gedung Mitsuwa, Chiyoda, Tokyo. (Foto: CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)
Pelayanan yang ceria dan bersahabat

Kesan hangat dan menggemaskan tampak dari interior kafe yang serba pink. Menyambut Natal, dekorasi khas Natal pun menyemarakkan suasana. Para maid seluruhnya perempuan dengan seragam maid seperti yang Anda lihat di gelaran cosplay. Maid mengenakan apron dengan ruffles dan rok pendek mengembang.

'Maid cafe' tak hanya menjual tampilan manis para maid tetapi juga interaksi antara maid dan 'majikannya'. Mereka secara aktif mengajak pengunjung mengobrol dan bahkan Anda bisa bercerita apapun pada mereka. Mayumi, salah satu maid tetap berusaha mengajak berinteraksi meski bahasa Inggris-nya tak begitu lancar.

Selain itu, penyajian menu juga jadi pertunjukan tersendiri, seperti pada saat saya memesanan Dessert Combo, pilihan sengaja jatuh pada matcha latte dan cake. Mayumi menjelaskan kalau 'maid' akan menggambar di atas matcha latte, juga pada cake. Sayangnya, pertunjukan ini tidak boleh diabadikan baik memakai video atau foto. Foto hanya boleh diambil saat maid selesai berkreasi.

'Maid Cafe' Jepang Ajak Pengunjung Bercerita Sambil BersantapMenu matcha latte. (Foto: CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)

Bagaimana dengan rasanya?

Sebenarnya tak ada yang istimewa dengan rasa sajian minuman maupun makanannya. Tampilan cake yang imut sejalan dengan rasa manisnya yang pas.


Rasanya tempat ini pas untuk Anda yang ingin melepas lelah dan berinteraksi dengan para maid. Namun ada hal-hal yang patut Anda perhatikan selama berinteraksi yakni, tidak boleh mengambil foto maid dan jangan sekali-sekali menyentuh maid atau Anda bakal diusir dari kafe.

Di sesi akhir, saatnya berfoto dengan maid. Sebelumnya pengunjung akan disodori katalog maid dan bebas memilih dengan siapa ingin berfoto. Pengambilan foto dilakukan oleh maid lain menggunakan kamera polaroid sehingga hasilnya bisa langsung dibawa pulang. Satu hal yang patut menjadi catatan, di sini tak ada istilah toilet tetapi 'secret garden'.

"Itterasshaimase Ojou-sama, have fun in Japan (Selamat jalan Nyonya, selamat bersenang-senang di Jepang)," ucap Mayumi sambil menebarkan senyum.

[Gambas:Video CNN] (els/ayk)