Colosseum, Diskotek Terbaik di Dunia yang Gegerkan Jakarta

CNN Indonesia | Senin, 16/12/2019 19:08 WIB
Colosseum, Diskotek Terbaik di Dunia yang Gegerkan Jakarta Kelab malam Colosseum di Jakarta. (Dok. colosseum.id)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga hari yang lalu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan penghargaan Adhi Karya Wisata untuk kelab malam Colosseum.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Alberto Ali mengatakan kalau diskotek itu diberi penghargaan karena dianggap berkontribusi terhadap pariwisata Jakarta.

Menurut Alberto, pemberian penghargaan kepada diskotek tidak dilarang menurut peraturan Adhi Karya Wisata. Dalam peraturan yang tertulis, kata Alberto, diskotek adalah salah satu tempat usaha pariwisata.


Tak sampai seminggu, penghargaan itu dibatalkan. Sebelum membatalkan, Anies juga telah mendapat banyak kritik dari FPI, PA 212, dan Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta.

Ada atau tidaknya Adhi Karya Wisata, nama Colosseum sudah lama harum di kalangan "anak party", baik di Jakarta maupun dunia.

Bahkan pada tahun 2017, kelab malam yang berada di Taman Sari, Jakarta Barat, ini pernah menempati posisi ke-58 dalam daftar '100 Kelab Malam Terbaik di Dunia' versi DJMag.

Dalam daftar tersebut, Colosseum - yang banyak orang anggap sebagai sarang narkoba dan prostitusi, dianggap terbaik bersama dengan kelab-kelab malam dari Bangkok, Ibiza, Berlin, sampai London.

Menempati lahan seluas 1.000 meter persegi dengan tinggi langi-langi 16 meter, Colosseum menawarkan pengalaman clubbing yang mewah dan berkualitas.

Tata cahaya dan tata suaranya sudah diakui sebagai yang terbaik oleh penggemar musik elektronik, DJ lokal, sampai DJ internasional, seperti BassJackers, Steve Aoki, sampai Diplo.

Meja DJ-nya dibuat lebih tinggi dari lantai dansa. Di langit-langitnya ada chandelier yang amat sangat besar. Terkadang sinar laser mencuat ke sana ke mari, mengikuti alunan musik yang tengah dimainkan. 

Berada di tengah lantai dansa Colosseum bagaikan sedang berada di dunia sarat imajinasi, dengan catatan jika musiknya saat itu masuk dengan selera.

Setiap bulan Colosseum memang selalu mengundang DJ internasional. Namun acara disko yang dipandu oleh DJ lokal juga tidak kalah ramai setiap harinya.

Saat didatangi oleh CNNIndonesia.com pada akhir pekan kemarin, Colosseum sedang menjadi lokasi after-party festival musik Djakarta Warehouse Project 2019. Bagi yang belum puas berdansa di Kemayoran, langsung berdatangan ke sini.

[Gambas:Instagram]

Dengan bar memanjang di pinggir dan di tengah lantai dansa serta ruang privat di balkon, Colosseum memang tempat seru untuk menghabiskan malam setelah sebagian besar bar dan kelab malam di Jakarta tutup pukul 02.00.

Akhir pekan kemarin salah satu buktinya, pengunjung lokal dan mancanegara yang datang ke DWP terlihat berbaur dengan ceria di tengah jilatan sinar laser dan dengungan musik.

Namun Colosseum sepertinya bukan tempat yang cocok bagi pengunjung yang sangat pemilih dalam hal musik atau cocktail.

Kalau musik trance bukan selera Anda, Colosseum juga memiliki "kelab malam mini" yang ada di sisi kirinya, yakni Baia.

Musik-musik yang didendangkan di Baia biasanya "lebih Selatan", seperti house atau RnB.

Sedangkan untuk cocktail rasanya kurang begitu istimewa. Jadi jika sebelum clubbing ingin minum-minum cantik dengan menu cocktail yang digarap serius, sebaiknya lakukan di bar lain.

[Gambas:Video CNN]

(ard/ard)