Karya Seni Mampu Menggugah Rasa Berbudaya Wisatawan

CNN Indonesia | Rabu, 18/12/2019 11:48 WIB
Karya Seni Mampu Menggugah Rasa Berbudaya Wisatawan Salah satu karya pematung yang dibangun di Kepualauan Seribu. (Dok. Dinas Pariwsiata Kepulauan Seribu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu bekerjasama dengan Asosiasi Pematung Indonesia cabang Jakarta membangun spot selfie berupa patung di sejumlah pulau wisata.

Terobosan baru ini diharapkan mengembangkan potensi kebudayaan dan pariwisata ke arah edukasi dan apresiasi bidang kesenian, khususnya seni patung.

Sang kurator, Benny Ronald Tahalele mengatakan demi mewujudkan hal tersebut diperlukan ruang publik terbuka di mana ada lalu lintas masyarakat.


"Lokasi yang tepat untuk mengeksekusi dan mewujudkan langkah terobosan tersebut salah satunya adalah Kepulauan Seribu," kata Benny Ronald, seperti yang dikutip dari keterangan resmi pada Rabu (18/12).

Dia menjelaskan pembangunan patung sebagai sport selfie juga sejalan dengan visi Kepulauan Seribu, yakni sebagai kawasan berbudaya, lestari, dan yang warganya terlibat dalam mewujudkan keberadaban, keadilan dan kesejahteraan bagi sesama.

"Kesenian menyokong visi tersebut. Kehadiran elemen-elemen estetik di ruang publik mengandung sensasi dan juga edukasi. Ruang publik bisa menjadi ruang edukasi yang bebas, informal di mana nilai-nilai adab, nilai-nilai kesadaran kemanusiaan yang baru dan progresif bisa muncul dari dalamnya," paparnya.

Dalam wawancara terpisah, Kepala Sudin Parbud Kepulauan Seribu, Cucu Ahmad Kurnia mengatakan spot selfie juga dibangun demi menambah promosi wisata di kawasannya.

(Dok. Dinas Pariwsiata Kepulauan Seribu)

Diketahui sebanyak delapan ikon baru itu dibangun di beberapa pulau yang memang menjadi tujuan wisata.

Patung pertama adalah ikon Jiwa Samudera di Pulau Pari. Kedua adalah ikon Persembahan Cinta di Pulau Tidung. Kemudian ikon Nyala Samudera di Pulau Karya. Lalu ikon Derai Embun di Pulau Pramuka.

Ide empat ikon tersebut digagas oleh Arief Timor, Adityayoga, Agoes Salim, Nicholas Willa, Anindyo Widito, sementara sebagai pematung dipercayakan kepada Yani Mariani.

Ide empat ikon lainnya digagas oleh Arief Timor, Adityayoga, Agoes Salim, Nicholas Willa, Anindyo Widito. Pematungnya dipercayakan kepada Agus Widodo.

Patung pertama adalah ikon Generasi Pelaut di Pulau Untung Tidung, kedua Ikon Ombak Menari di Pulau Karya, ketiga ikon Tangan Lestari di Pulau Pramuka, dan keempat ikon Sakura di Pulau Untung Jawa.

(ard/ard)