Pertama Kali, WHO Setuju Pakai Obat Kanker Payudara 'Murah'

tim, CNN Indonesia | Kamis, 19/12/2019 17:05 WIB
Pertama Kali, WHO Setuju Pakai Obat Kanker Payudara 'Murah' ilustrasi obat (morgueFile/mconnors)
Jakarta, CNN Indonesia -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (18/12) mengumumkan bahwa untuk pertama kalinya mereka menyetujui penggunaan obat biosimilar yang berasal dari sumber alami untuk perawatan kanker payudara.

Langkah ini diambil untuk membuat perawatan kanker payudara jadi lebih terjangkau bagi wanita secara global.

Tak dimungkiri bahwa obat kanker payudara yang selama ini dipakai yaitu trastuzumab memang manjur untuk menyembuhkan kanker payudara stadium awal. WHO juga menyatakan bahwa obat ini juga bisa menyembuhkan penyakit dalam stadium lanjut.


Hanya saja biaya tahunan obat ini cukup mahal. Rata-rata mencapai US$20 ribu.


"Harga yang mahal membuatnya jauh dari jangkauan banyak wanita dan juga sistem perawatan kesehatan di sebagian besar negara," tulis pernyataan tersebut dikutip dari AFP.

Namun dengan disetujuinya versi biosimilar dari trastuzumab ini akan lebih murah 65 persen.

"Dengan disetujuinya daftar oleh WHO ini, maka akan lebih banyak produk yang ada, harga akan turun jauh lebih murah."

Obat biosimilar ini diklaim sama efektifnya dengan obat 'asli,' namun dibuat dari sumber biologis seperti sel dibanding bahan kimia sintesis.

"Prakualifikasi WHO untuk trastuzumab biosimilar adalah kabar baik bagi semua perempuan," kata direktur jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus.

"Perawatan kanker payudara yang efektif dan terjangkau harus menjadi hak bagi semua wanita, bukan hak istimewa beberapa orang," katanya.



Sebenarnya produk biosimilar ini sudah ada di pasaran sejak beberapa tahun terakhir. Namun saat itu belum ada yang dikualifikasi oleh WHO.

Prakualifikasi WHO ini memungkinkan orang-orang merasa terjamin karena mereka membeli produk kesehatan berkualitas. (chs)