5 Tips Jaga Diri Selama Liburan Akhir Tahun

CNN Indonesia | Senin, 30/12/2019 15:14 WIB
5 Tips Jaga Diri Selama Liburan Akhir Tahun Ilustrasi pesta kembang api tahun baru. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nuansa pesta atau bermalas-malasan khas liburan akhir tahun kadang membuat banyak orang lupa untuk waspada dengan penyakit, bencana alam, kecelakaan lalulintas hingga tindak kejahatan.

Bukannya ingin mengurangi semangat liburan Anda dengan kekhawatiran yang berlebih, namun sebaiknya tetap mawas diri sehingga liburan jadi semakin menyenangkan.

Penduduk Indonesia juga banyak yang memilih menghabiskan malam pergantian tahun di sejumlah destinasi wisata domestik, seperti Jakarta, Bandung, dan Bali.


Tapi patut diketahui kalau Indonesia mengalami musim peralihan dari musim panas ke musim hujan di bulan ini. Sedia payung sebelum hujan, begitu istilahnya, jika memilih wisata alam pada momen ini.

Berikut lima hal yang patut diwaspadai saat liburan:

1. Demam Berdarah

Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah.

Selain dengue, A. aegypti juga merupakan pembawa virus demam kuning (yellow fever), chikungunya, dan demam Zika yang disebabkan oleh virus Zika.

Nyamuk Demam Berdarah biasanya bermunculan saat masa peralihan dari terik ke hujan atau sebaliknya. Kawanan nyamuk ini beredar sekitar pukul 10.00 sampai 15.00.

Bagi yang sedang liburan ke destinasi atau objek wisata yang rimbun dengan pepohonan atau kubangan air, sebaiknya waspada dengan menggunakan krim antinyamuk.

2. Tenggelam

Sungai, danau, dan pantai menjadi salah satu objek wisata yang paling ramai dikunjungi turis saat liburan akhir tahun. Sayangnya masih banyak turis yang melupakan aturan keselamatan saat wisata bahari, terutama saat musim hujan.

Yang patut diwaspadai saat wisata pantai di musim hujan ialah datangnya angin kencang pembawa gulungan ombak besar.

Kalau pilihannya wisata sungai, waspada juga dengan banjir bandang.

Banjir bandang juga patut diwaspadai saat wisata di dalam gua.

3. Longsor

Banyak turis yang memilih untuk mendaki bukit atau gunung untuk menikmati pergantian tahun.

Di musim hujan, ancaman longsor patut diantisipasi para pendaki, karena air hujan memberi kelembaban lebih pada tanah yang mudah tergeser.

Sebaiknya tidak mengunjungi area yang terlalu curam saat menyambangi bukit atau gunung saat musim hujan.

Selalu kabarkan kerabat selama melakukan pendakian dan jangan lupa simpan nomor tim SAR.

4. Kecelakaan

Liburan akhir tahun identik dengan pesta. Kalau ada niat menyesap liquor atau bir, urungkan niat untuk mengendarai kendaraan bermotor.

Lebih baik pulang naik taksi atau bermalam di hotel jika terasa mual atau mengantuk, daripada membahayakan diri sendiri, teman yang diajak serta, atau pengguna jalan lain.

Bagi yang gemar jogging atau bersepeda, sebaiknya lakukan di area olahraga, seperti di dalam stadion.

Kalau berniat melakukannya di pinggir jalan, sebaiknya lakukan secara berlawanan arah, sehingga masih bisa menyelamatkan diri saat melihat kendaraan yang lepas kendali dari arah depan.


5. Aksi kejahatan

Para pelaku kejahatan tampaknya tidak mengambil jatah libur akhir tahun. Maling rumah kosong, pencurian kendaraan, sampai penipuan di dunia maya masih aja menghantui keseruan pesta tahun baru.

Sebelum liburan panjang, sebaiknya rumah kepada kerabat, tetangga, atau penjaga keamanan setempat. Sedangkan kalau parkir kendaraan sebisa mungkin hindari tempat sepi dan jangan tinggalkan barang berharga di dalamnya.

Untuk kejahatan di dunia maya sebenarnya bisa dihindari dengan menjaga identitas dompet digital, kartu debit, atau kartu kredit. Jangan mudah tergiur dengan promo yang too good to be true.

[Gambas:Video CNN]

(ard/ard)