Menkes Terawan Soal Pneumonia: Jauhi Pasar Ikan China

tim, CNN Indonesia | Senin, 13/01/2020 14:08 WIB
Menkes Terawan Soal Pneumonia: Jauhi Pasar Ikan China Menkes Terawan meminta warga Indonesia yang ada di Wuhan, China untuk waspada terhadap wabah pneumonia misterius. (Istockphoto/wildpixel)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wabah pneumonia misterius masih mengancam China. Banyak negara sudah mulai mengeluarkan informasi kesehatan untuk warganya yang akan atau sedang liburan di Wuhan, China.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sampai saat ini tidak melakukan pembatasan perjalanan ke China.

"Memang ini gejalanya pneumonia, tapi belum mampu mendeteksi ini arahnya ke SARS, MERS CoV, dan WHO tidak mengeluarkan 'travel warning' untuk membatasi perjalanan ke sana, imbauan saya untuk masyarakat tetaplah hidup sehat, makan cukup, istirahat cukup, itu paling penting menghadapi situasi seperti ini," katanya.


Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meminta warga Indonesia untuk waspada terhadap penyakit pneumonia yang terjadi di China yang disebabkan oleh virus jenis baru. Dia mengimbau masyarakat Indonesia yang bepergian atau berada di China untuk menghindari beberapa tempat dan aktivitas yang berpotensi menularkan penyakit tersebut, misalnya ke pasar ikan atau tempat penjualan hewan hidup.


"Hasil pengkajian menunjukkan bahwa penyakit ini bukan disebabkan virus influenza dan bukan penyakit pernapasan biasa," ungkap Terawan dikutip dari Antara.

"Semua pasien di Wuhan telah mendapatkan pelayanan kesehatan. Kita sudah dapat info mereka juga sudah diisolasi dan dilakukan penelusuran atau investigasi untuk mengetahui penyebabnya," kata dia.

Selain itu Menkes Terawan juga meminta masyarakat untuk membiasakan berperilaku hidup sehat (PHBS), seperti cuci tangan sebelum makan, memakai masker agar tidak menular ke orang lain, menyantap makanan bergizi seimbang, makan buah dan sayur yang cukup, melakukan aktivitas fisik minimal setengah jam setiap hari, dan berobat jika sakit.

Menkes TerawanFoto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma
Menkes Terawan

Selain itu, katanya, jika dalam perjalanan merasa berinteraksi dengan orang dengan gejala demam, batuk, dan susah bernapas atau jatuh sakit dengan gejala yang sama, segera menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk berobat.


"Jika ada tanda-tanda seperti itu, segera ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Pencegahan yang dapat dilakukan dengan hygine diri termasuk cuci tangan. Itu yang saya minta terus digalakkan di lingkungan masyarakat," ucap Menkes Terawan.

Namun, ia menegaskan hingga saat ini tidak ada laporan penularan pneumonia ke Indonesia. Selain itu, pneumonia di China belum terdapat bukti apakah penyakit tersebut berkaitan dengan SARS atau tidak.

Berdasarkan pernyataan dari KBRI di Beijing, mereka memastikan bahwa tak ada WNI yang dilaporkan terjangkit wabah pneumonia tersebut.

"Saya kontak dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Wuhan. Sejauh ini tak ada pelajar Indonesia yang terjangkit penyakit tersebut," kata Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing Yaya Sutarya.

Di provinsi tersebut, terdapat 428 warga negara Indonesia yang seluruhnya mahasiswa, sekitar 200 orang di antaranya tinggal di Wuhan, tempat di mana penularan pneumonia berat sedang terjadi.

KBRI Beijing mengklaim tak ada WNI yang terjangkit pneumonia di Wuhan, China.Foto: Istockphoto/DragonImages
KBRI Beijing mengklaim tak ada WNI yang terjangkit pneumonia di Wuhan, China.


Upaya Kemenkes

Untuk mencegah menyebarnya virus pneumonia tersebut, Kemenkes sudah melakukan upaya preventif dan deteksi, terutama dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan memindai panas tubuh manusia di berbagai pintu masuk Indonesia terutama dari negara lain di bandara ataupun pelabuhan.

"Itu upaya preventif untuk mendeteksi adanya kasus pneumonia maupun kasus yang lain, SARS yang mungkin bisa masuk ke Indonesia bisa terdeteksi dengan cepat sehingga kita bisa melakukan tindakan yang benar," ucap Terawan.

(chs)