Jalan-jalan Sambil Kulineran Bakso Cuanki Bandung Legendaris

Grab Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 16/01/2020 10:30 WIB
Jalan-jalan Sambil Kulineran Bakso Cuanki Bandung Legendaris Ilustrasi bakso cuanki (Foto: YashilG/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jelang akhir pekan biasanya orang mulai sibuk mencari tempat rekreasi yang menyenangkan. Namun akhir pekan adalah hari yang singkat, sehingga tak jarang orang mencari destinasi yang tak terlalu jauh dari rumah.

Karenanya konsep liburan staycation mulai banyak diminati saat ini. Orang tak perlu bepergian terlalu jauh dan menghabiskan akomodasi yang besar. Asalkan mereka bisa menyalurkan hasrat berliburnya dengan keluarga meski cuma sebentar.

Bagi orang yang tinggal di Jabodetabek, salah satu destinasi short getaway adalah Bandung--yang hanya berjarak 3 jam dengan mobil maupun naik kereta.


Paris van Java itu menyuguhkan pemandangan yang berbeda dibanding ibu kota. Suasana kota yang retro namun bertolak belakang dengan kehidupan yang modern serta embusan udara yang masih sejuk tak pernah terasa membosankan. Belum lagi menjamurnya tempat kuliner yang beragam dan menggiurkan, misalnya saja bakso cuanki.

Jajanan tradisional khas Sunda ini paling cocok dinikmati ketika musim hujan. Cuanki pertama kali dikenalkan orang Tionghoa sekitar tahun 60-an dan biasa dijajakan keliling kampung dengan cara dipikul.

Adalah Pak Kusno, salah satu sosok yang sukses memperkenalkan cuanki. Dari Kebumen dia merantau ke Bandung untuk berjualan cuanki dengan gerobak pikul. Siapa sangka cuankinya laris sekali, sampai bisa buka kedai sendiri, bahkan buka cabang.

Bakso Cuanki Serayu Bandung miliknya buka sejak 1997. Hebatnya langsung punya banyak pelanggan. Tak hanya dari dalam kota, tapi juga luar kota bahkan luar pulau.

"Menantu mantan presiden pernah ke sini. Ada juga yang beli buat bawa ke luar kota seperti Bali dan Pekanbaru. Kita terima juga buat acara, mulai dari arisan, ulang tahun, sampai pernikahan. Kalau pesan minimal 100 porsi, bisa mengirim orang buat melayani tamu," ujar karyawan Pak Kusno.

Yang membuat unik, kembaran bakso malang yang penyajiannya mirip bakso ini disajikan dengan kuah kaldu bening. Tetapi bukan menggunakan tulang sapi, melainkan rebusan tulang ikan untuk kaldunya. Bisa dibilang, Pak Kusno berhasil membuat cuanki jadi jajanan legendaris dan difavoritkan sejak era 90-an.

Mau tahu apa kepanjangan dari Cuanki? Cuanki singkatan dari 'cari uang jalan kaki'. Sesuai dengan asalnya, Bakso Cuanki Serayu Bandung yang berawal sebagai dagangan keliling atau gerobak dorong sebelum menjadi kedai.

Seorang pelanggan setia Bakso Cuanki Serayu Bandung mengatakan bahwa seluruh kedai milik Pak Kusno tak pernah sepi diserbu orang.

"Selalu. Yang Jalan Mangga juga sering penuh. Ada juga di Jalan Cihapit, sama [penuhnya]. Tapi jualnya pakai gerobak di pinggir jalan," ujar pelanggan.

Selain rasanya enak, pelayanannya pun cukup gesit. Pesan cuanki atau batagor langsung di depan gerobak. Bebas, mau seporsi atau setengah porsi. Sadar akan banyaknya peminat, bakso cuanki Pak Kusno hampir bisa dikatakan tak pernah tutup.

"Buka. Cuma libur setiap Senin pertama awal bulan," ujarnya.

Anda yang berada di Bandung namun tak sempat mampir ke kedai Bakso Cuanki Serayu Bandung, bisa pesan melalui GrabFood. Dengan GrabFood, pesanan makananmu aman dan cepat sampai. (fef)