Vietnam Sebut Ada 2 Orang Terinfeksi Virus Corona

tim, CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 12:45 WIB
Vietnam Sebut Ada 2 Orang Terinfeksi Virus Corona llustrasi: Dua warna negara China di Vietnam dinyatakan positif terjangkit virus corona seperti SARS dan masih dirawat di rumah sakit. (Istockphoto/amenic181)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua warna negara China di Vietnam dinyatakan positif terjangkit virus corona seperti SARS. Para pejabat kesehatan terkait mengungkapkan bahwa keduanya kini dirawat di rumah sakit.

Seorang lelaki Tionghoa yang tinggal di Kota Ho Chi Minh terinfeksi oleh ayahnya yang melakukan perjalanan ke Vietnam pada 13 Januari dari kota Wuhan, Cina, pusat penyebaran virus.

Sang ayah dirawat di rumah sakit pada 17 Januari lalu dengan gejala demam tinggi. Beberapa hari kemudian putranya menunjukkan gejala yang sama.


Keduanya dikarantina dan dinyatakan positif terinfeksi virus corona, virus mirip SARS yang dikenal juga sebagai pneumonia China atau pneumonia Wuhan. Virus ini sudah menewaskan 26 orang di China dan menginfeksi lebih dari 830 orang.


"Para pasien telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang baik, demam (mereka) telah berkurang dan mereka dapat makan sekarang," kata Dokter Nguyen Ngoc Sang pada hari Kamis di sebuah pertemuan di rumah sakit Cho Ray di Kota Ho Chi Minh, dikutip dari AFP.

Wakil menteri kesehatan Vietnam, Nguyen Truong Son. mendesak semua tindakan pencegahan untuk menghindari penyebaran lebih lanjut.

"Kami harus segera menguji setiap kasus yang dicurigai sehingga kami dapat mendeteksi (penyakit) lebih cepat. Kami tidak ingin itu menyebar ke publik," kata Nguyen Truong Son.

Sebelumnya, virus corona pneumonia Wuhan ini juga sudah menyebabkan jatuhnya korban dan juga menginfeksi negara-negara di luar China. Beberapa di antaranya adalah Jepang, Hong Kong, Macau, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Singapura, Amerika Serikat.


Saat ini kota Wuhan dan beberapa kota lain diisolasi oleh pemerintah China agar virus corona tersebut tak menyebar lebih luas. Sementara itu, para peneliti berspekulasi bahwa ular dan kelelawar adalah biang kerok dari penyebaran virus corona China. (chs)