Titik Terang Pencarian Vaksin Virus Corona

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 29/01/2020 18:40 WIB
Titik Terang Pencarian Vaksin Virus Corona Ilustrasi. Sejumlah ahli dan peneliti mulai melakukan penelitian untuk menemukan formula tepat vaksin virus corona. (Istockphoto/ Scyther5)
Jakarta, CNN Indonesia -- Langkah pertama untuk menemukan vaksin virus corona telah dilakukan. Sejumlah ahli dan peneliti mulai melakukan penelitian untuk menemukan vaksin.

Para peneliti di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China telah mengidentifikasi virus. "Kami mengisolasi virus dan menganalisis susunan genetiknya," ujar Xu Wenbo dari CDC China, mengutip Deutsche Welle.

Langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah memahami virus dan mengetahui cara menghentikannya.


Selain di China, sejumlah peneliti lain di Amerika Serikat, Australia, dan sejumlah negara lain juga tengah berupaya menemukan vaksin.

Di AS, National Institute of Health telah membentuk kelompok pengembangan vaksin. Anthony Fauci, yang mengepalai kelompok mengatakan, dua vaksin untuk jenis virus corona lain (SARS dan MERS) bisa menjadi dasar yang tepat untuk menemukan vaksin virus corona jenis baru atau nCoV.

Para peneliti mengambil virus yang relatif tidak berbahaya (seperti flu biasa) dan menambahkan unsur virus corona ke dalamnya untuk memicu reaksi dari sistem kekebalan tubuh.

Fauci dan timnya akan mulai melakukan uji klinis vaksin pada manusia pada tiga bulan ke depan.

Sementara di Australia, kelompok yang dipimpin oleh Keith Chappel dari University of Queensland juga turut mengembangkan vaksin. Tim ini menggunakan metode klem molekuler yang terbukti efektif melawan virus berbahaya lainnya seperti Ebola, MERS, dan SARS saat uji laboratorium.

Sementara menunggu vaksin ditemukan, para peneliti mempertimbangkan pengobatan antivirus yang ada. Mengutip Live Science, saat ini sejumlah pasien di China dirawat dengan obat yang termasuk di antaranya Redemsivir. Nama terakhir merupakan obat yang awalnya dikembangkan untuk melawan Ebola.

Selain itu, ada pula obat Aluvia/Kaletra. Obat ini terbuat dari dua antivirus terpisah seperti lopinavir dan ritonavir.

Pendekatan lain untuk menangani nCoV adalah dengan antibodi monoklonal yang dapat mengaktifkan reaksi imunologis spesifik dalam tubuh.

Pakar imunologi dari Vir Biotechnology, AS, Herbert Virgin mengatakan, perusahaannya telah mengembangkan antibodi yang terbukti efektif melawan SARS dan MERS dalam uji laboratorium. Beberapa dilaporkan mampu menetralkan virus corona. "Mungkin saja mereka juga bisa mengobati virus Wuhan," ujar Virgin.

[Gambas:Video CNN]

(asr/asr)


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA