4 Cara Menuju Puncak Gunung Bromo

CNN Indonesia | Senin, 03/02/2020 18:22 WIB
Momen matahari terbit dan terbenam menjadi waktu paling populer untuk mengunjungi Gunung Bromo. Wisatawan di Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gunung Bromo merupakan salah satu objek wisata andalan Provinsi Jawa Timur. Gunung yang medannya berupa lembah, ngarai, dan kaldera lautan pasir ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Gunung berapi yang masih aktif ini memiliki banyak pesona. Momen matahari terbit dan terbenam menjadi waktu paling populer untuk mengunjungi Gunung Bromo.

Untuk bisa menikmati keindahannya, turis bisa mendatangi puncak Gunung Bromo melalui empat jalur utama, berikut seperti yang dikutip dari situs Pesona Indonesia:


1. Arah Pasuruan

Jalur pertama bisa melalui pintu barat dari arah Pasuruan. Masuk dari Desa Tosari menuju lautan pasir.

Namun medan ini tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat biasa, karena jalurnya berupa turunan dari tanjakan curam.

Untuk menuju lautan pasir, turis harus menyewa mobil jeep yang disediakan oleh pengelola wisata.

Atau bisa juga berjalan kaki kalau punya banyak waktu dan tubuh sedang fit.

2. Desa Cemoro Lawang

Jalur kedua melalui pintu utara, dari arah sebelum masuk Probolinggo. Lewat daerah Tongas, menuju Desa Cemoro Lawang.

Sebelum turun menuju lautan pasir tidaklah terlalu berat, karena lerengnya tidak terlalu curam. Bahkan sepeda motor dapat melaluinya.

3. Malang

Jalur ketiga melalui kota Malang, masuk melalui kota Tumpang lalu ke Pronojiwo.

Jalur ini disebut sangat indah karena melewati hutan rimbun nan hijau.

Bila lurus ke arah selatan memasuki Ranu Pane (ke arah Gunung Semeru) dan ke arah utara memasuki lautan pasir Bromo yang berada di punggung selatan Bromo.

4. Lautan Pasir

Jalur terakhir mengitari Gunung Bromo melewati lautan pasir selama kurang lebih tiga jam.

Jalurnya tidak terlalu curam dan dapat dilalui sepeda motor. Namun jarang dilewati dan tidak ada satupun persinggahan maupun rumah penduduk.

Tetapi dari jalur ini bisa sekaligus menikmati padang rumput sabana dan bunga yang sangat luas di balik Gunung Bromo.

Sebaiknya jangan melalui jalur ini pada malam hari atau saat cuaca sedang berkabut.

[Gambas:Video CNN]

(ard/ard)