Selain Corona, Ada Virus Lain dalam Kelelawar Buah

tim, CNN Indonesia | Selasa, 04/02/2020 13:16 WIB
Selain Corona, Ada Virus Lain dalam Kelelawar Buah ilustrasi: Peneliti dari IPB dan Jepang mengungkapkan kelelawar buah yang ada di Indonesia memiliki virus corona dan lima virus lainnya. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kelelawar dianggap jadi biang masalah penyebaran virus corona. Peneliti dari IPB dan Reserch center for zoonosis control (RCZC) Universitas Hokkaido di Jepang menemukan adanya virus corona di dalam tubuh lalat buah yang hidup di Indonesia.

Selain virus corona, ada lima virus lainnya yang hidup di dalam tubuh kelelawar buah yaitu bufavirus, polyomavirus, alphaherpesvirus, paramyxovirus, dan gammaherpesvirus.

"Keenam virus itu berpotensi menimbulkan zoonosis. Jadi memang studi kami melakukan surveillance patogen atau agen penyebab yang bisa menularkan penyakit ke manusia," kata Prof Drh Agus Setiyono, ahli patologi dari Fakultas Kedokteran Hewan IPB yang terlibat dalam penelitian tersebut dikutip dari Antara. 


"Dari enam itu semuanya berpotensi. Hanya belum tahu jika di manusia, (maka) ekspresi atau bentuk penyakit seperti apa." 

Peneliti menemukan virus tersebut dalam sampel kelelawar yang diambil dari Bukittinggi di Sumatera Barat, Bogor dan Panjalu di Jawa Barat, Gorontalo di Provinsi Gorontalo, Manado di Sulawesi Utara, dan Soppeng di Sulawesi Selatan. Penelitian dilakukan selama 5 tahun dari 2010-2015 dan dipublikasikan pada 2012-2018.


Penelitian tersebut juga membandingkan penyebaran virus corona dengan virus nipah yang menyebar di Malaysia pada 1998 dan virus hendra di Australia pada 1994.

Kedua virus ini juga ditemukan pada kelelawar buah. Dalam penyebaran virus nipah, dari kelelawar virus berpindah ke babi. Babi yang terpapar virus tersebut tidak sakit, namun bisa menularkan virus ke manusia.

Kejadian penyebaran virus hendra di Australia polanya hampir sama. Dari kelelawar, virus berpindah ke kuda yang kemudian menularkan virus ke manusia. Virus nipah dan virus hendra menular dari hewan ke hewan lalu dari hewan ke manusia.


Agus menjelaskan bahwa virus-virus yang ada pada kelelawar buah tidak berdampak pada kelelawar buah karena binatang itu punya sistem kekebalan unik.

"Jadi mereka mengandung virus itu atau di dalam tubuhnya ada agen penyebab penyakit tapi kelelawar tidak sakit. Fenomena ini yang unik. Normalnya kalau ada agen penyebat penyakit masuk ke dalam tubuh, sakit hewannya," kata Agus.

[Gambas:Video CNN]


(chs)