Parentese, Teknik Bicara Tingkatkan Kemampuan Bahasa Bayi

Tim, CNN Indonesia | Senin, 17/02/2020 17:24 WIB
Parentese, Teknik Bicara Tingkatkan Kemampuan Bahasa Bayi Ilustrasi. Bahasa-bahasa menggemaskan yang dilontarkan pada bayi tak efektif untuk meningkatkan kemampuan berbahasa si buah hati. (robarmstrong2/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- "Ucu ucuu, nak capa niy?"
"Nak bayi antik banet."

Kalimat-kalimat itu biasa diucapkan orang tua saat berbicara dengan bayi mereka atau baby talk. Namun ternyata, bahasa yang tak sempurna itu tak efektif untuk meningkatkan kemampuan bahasa bayi.

Studi terbaru justru menunjukkan, berbicara dengan tepat pada bayi dapat meningkatkan kemampuan otak serta perkembangan bahasa dan bicara bayi. Berbicara yang tepat itu dikenal dengan istilah parentese atau percakapan dari orang tua kepada bayi mereka.


"Orang sering kali berbicara dengan bayi dengan menggunakan kombinasi suara, kata-kata konyol, dan tata bahasa yang salah. Padahal, parentese adalah menggunakan kata-kata nyata dan tata bahasa yang benar, nada yang lebih tinggi, tempo lebih lambat, dan intonasi yang kuat," kata asisten profesor bahasa University of Washington, Naja Ferjan Ramirez, dikutip dari CNN.

Parentese memiliki tiga karakteristik. Pertama, memiliki dada yang lebih tinggi satu oktaf dibandingkan saat berbicara normal. Kedua, adalah intonasi yang kuat seperti terdengar benar-benar bahagia. Ketiga, tempo bicara yang lebih lambat dengan jeda antara frasa.

Teknik bicara ini bertujuan agar bayi dapat menangkap makna secara perlahan serta memberi bayi waktu untuk ikut berpartisipasi dalam interaksi sosial.

Rekan Ramirez, Patricia Kuhl mengatakan, parentese terbukti dapat mendorong 'otak sosial' yang dapat meningkatkan perkembangan bicara dan bahasa bayi. Secara naluriah, bayi lebih menyukai teknik ini dan memberikan respons walaupun hanya sekadar mengoceh.

"Tidak hanya area korteks pendengaran di otak yang menyala, tetapi area motorik juga ikut terangsang. Semakin sering orang tua menggunakan parentese ketika berbicara dengan anak-anak mereka, semakin baik dan cepat keterampilan bahasa itu berkembang. Jadi, parentese adalah katalis sosial yang membuat bayi tidak hanya mendengar, tetapi ikut berbicara," kata Kuhl.

Studi yang dilakukan Ramirez dan Kuhl menunjukkan, bayi berusia 14-18 bulan dari orang tua yang menggunakan parentese memiliki kemampuan lebih baik dibandingkan yang tidak. Bayi dari orang tua yang dilatih parentese memiliki kosakata rata-rata 100 kata. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan 60 kata pada bayi yang orang tuanya tidak dilatih parentese.

[Gambas:Video CNN]

(ptj/asr)