Chef 'Cheddargate' Larang Michelin Datang ke Restoran Barunya

tim, CNN Indonesia | Minggu, 09/02/2020 06:13 WIB
Chef 'Cheddargate' Larang Michelin Datang ke Restoran Barunya Koki skandal 'Cheddargate' mengungkapkan tak butuh inspektur dan juga bintang Michelin untuk restoran barunya di Paris. (STEPHANE DE SAKUTIN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Marc Veyrat, seorang koki selebritas di Perancis yang berada dalam pusat skandal 'cheddar-gate', mengaku tak pernah menginginkan Michelin Star untuk restoran barunya di Paris.

Hal ini dilakukan menyusul kekesalannya setelah bintang Michelin-nya dikurangi gara-gara keju. 

Di restoran barunya, Fontaine Gaillon di Paris, Veyrat mengatakan dia akan terus memasak kreasi "botani" yang menjadikan namanya, termasuk kerang yang dibumbui dengan hogweed liar dan disajikan dengan pure kurma dengan emulsi serai seharga 48 euro (US$53).


Ikan air tawar juga akan disajikan dalam menu yang dibumbui dengan bumbu gunung, menggunakan 60 tanaman berbeda dari kebun bumbu khusus.

"Kami akan memiliki hidangan yang berbicara tentang hutan, padang rumput gunung dan keju Savoy. Orang-orang membutuhkan itu, alami dan nyata," tambah koki itu.

"Saya tidak pernah menginginkan inspektur Michelin di sini," kata Veyrat kepada AFP ketika membuka restoran barunya Fontaine Gaillon di bekas rumah hunian besar abad 17 di Paris.

Dibanding mendapat bintang Michelin, dia mengklaim lebih ingin mendapatkan bintang di mata pengunjungnya dengan masakan yang inventif dan 'ramah.'

Juru masak flamboyan ini sebelumnya pernah 'menyeret' seorang inspektur Michelin ke pengadilan di tahun lalu karena mengurangi bintang Michelin di restoran miliknya Maison des Bois. Chef Veyrat kehilangan bintang Michelin ketiga di restoran andalannya di pegunungan Alpen Prancis.

Pria yang ikonik dengan topi Savoyard hitamnya ini mengecam inspektur Michelin karena dianggap tak kompeten dalam menilai makanan di restorannya dan menyebabkan turunnya peringkat Michelin miliknya.

Skandal ini populer dengan nama cheddar-gate. Kala itu, Veyrat mengklaim inspektur Michelin salah mengenali saffron sebagai keju cheddar.

"Saya menambahkan safron ke dalamnya, dan pria yang datang itu menyangka itu adalah keju cheddar karena warnanya kuning. Itukah yang Anda anggap pengetahuan yang sesuai? Ini gila," katanya dikutip dari France 24.

Saffron  rempah termahal di duniaFoto: AP Photo/Mosa'ab Elshamy
Saffron rempah termahal di dunia
Ketika dia menuntutnya ke pengadilan, pengacara Veyrat mengatakan bahwa tuntutan ini diajukan untuk klarifikasi kehilangan daftar restorannya dalam Michelin Guide. Selain itu, karena ia dianggap menambahkan keju cheddar Inggris dalam souffle keju dan bukannya French Reblochon.

Padahal, dia mengklaim tak menambahkan keju ke dalam souffle-nya.

Hal ini dianggapnya sebagai kesalahan konyol karena seharusnya seorang inspektur Michelin adalah orang yang memiliki pengetahuan luar biasa tentang bahan baku, teknik memasak, makanan, dan hal mendasar soal kuliner.

Hanya saja, tuntutan Veyrat di pengadilan ini pun kalah. Dia lantas mengajukan banding dan tetap kalah.

(chs)