Surfing di Kota Ombak Papua

CNN Indonesia | Kamis, 06/02/2020 13:42 WIB
Surfing di Kota Ombak Papua Ilustrasi. (Kat Wade/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peneliti dari Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto mengatakan potensi perairan di Kabupaten Sarmi sangat cocok untuk pengembangan wisata berselancar atau surfing karena kualitas ombaknya yang bagus.

Meski demikian, fasilitas dan layanan berwisata di sana masih memerlukan pengelolaan lebih lanjut.

Hari menyebutkan Sarmi bukanlah kota besar seperti Jayapura yang dikenal banyak orang, namun memiliki potensi wisata alam.


"Sarmi hanyalah sebuah kota kecil yang masih berkembang namun menyimpan banyak sekali keindahan terutama pantainya," ucapnya.

Menurut dia, salah satu yang terkenal dari kota yang berbatasan dengan Samudera Pasifik ini adalah ombaknya. Oleh sebab itu Sarmi sering dijuluki Kota Ombak.

Selain itu juga kondisi topografi pantai, kuantitas dan kualitas ombak Sarmi sangat bagus untuk berselancar atau surfing.

"Banyak sekali peselancar dalam dan luar negeri yang mengagumi ombak hebat Sarmi, yang akan membawa mereka ke puncak adrenaline," ujarnya.

Namun, kata dia, potensi ini belum didukung oleh sarana dan prasarana pariwisata yang memadai seperti homestay atau pusat informasi yang mempromosikan potensi wisata surfing.

Perairan Kabupaten Sarmi terletak di sebelah utara Papua dan langsung berhubungan dengan Laut Pasifik.

Nama Sarmi adalah singkatan dari nama suku-suku besar yang terdapat di wilayah ini, yakni Sobey, Armati, Rumbuai, Manirem, dan Isirawa.

Terdapat 87 bahasa yang digunakan di Sarmi. Sehingga bisa disimpulkan terdapat puluhan suku yang berdiam di sini.

Sarmi memiliki belasan objek wisata sejarah, alam, dan religi.

Beberapa yang populer ialah; Pulau Liki, Pulau Wakde, Pantai Kelapa Satu, Pantai Amsira, dan Air terjun Sewan.

[Gambas:Video CNN]

(ANTARA/ard)