Duduk Lebih dari 8 Jam Tingkatkan Risiko Depresi

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 13/02/2020 21:03 WIB
Duduk Lebih dari 8 Jam Tingkatkan Risiko Depresi Ilustrasi. Kebiasaan duduk lebih dari delapan jam saat remaja meningkatkan risiko depresi saat memasuki usia dewasa. (Istockphoto/ Bunditinay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Duduk selama berjam-jam dalam sehari ditemukan dapat meningkatkan risiko depresi di kemudian hari. Hal itu ditemukan dalam sebuah studi terbaru yang dilakukan para peneliti di College University, London, Inggris.

Para peneliti menemukan, remaja yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk duduk memiliki risiko yang lebih besar terkena depresi saat memasuki usia dewasa.

Tim peneliti menganalisis data pada 4.257 remaja peserta studi. Gerakan peserta dilacak selama 10 jam dalam sehari. Pemantauan ini dilakukan saat remaja memasuki usia 12, 14, dan 16 tahun.


Peserta juga diminta menjawab kuesioner yang mengukur gejala depresi, seperti suasana hati dan konsentrasi yang buruk.

Para peneliti menemukan bahwa antara rentang usia 12-16 tahun, aktivitas fisik peserta studi menurun. Sementara aktivitas fisik menurun, waktu yang dihabiskan untuk duduk dalam sehari meningkat dari rata-rata 7 jam menjadi 8 jam 45 menit per hari.

Mereka yang menghabiskan banyak waktu untuk duduk memiliki skor depresi 28,2 persen lebih tinggi saat memasuki usia 18 tahun.

Sementara aktivitas fisik ringan yang dilakukan selama rentang usia tersebut ditemukan berkontribusi pada penurunan skor depresi saat memasuki usia 18 tahun.

"Temuan kami menunjukkan bahwa anak muda yang tidak aktif berisiko mengalami depresi pada usia 18 tahun," ujar peneliti utama, Aaron Kandola, melansir Metro.


Kandola dan tim melihat bahwa aktivitas fisik juga dapat bermanfaat untuk kesehatan mental. Mengurangi waktu duduk adalah kuncinya.

Namun, penelitian ini hanya menunjukkan hubungan antara perilaku dengan gejala depresi, bukan hubungan sebab dan akibat.

Diperlukan lebih banyak lagi penelitian untuk melihat efek jangka panjang dari gaya hidup yang semakin tidak aktif. 

[Gambas:Video CNN] (asr/asr)