4 Pertanyaan Penting Soal Pencegahan Corona dan Jawabannya

CNN Indonesia | Senin, 17/02/2020 09:10 WIB
4 Pertanyaan Penting Soal Pencegahan Corona dan Jawabannya Ilustrasi. Banyak masyarakat yang bertanya-tanya soal cara pencegahan penularan virus corona atau Covid-19 terbaik. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korban virus corona atau Covid-19 terus berjatuhan. Angka terakhir mencatat lebih dari 1.700 nyawa hilang akibat terinfeksi virus yang berasal dari Wuhan, China, tersebut.

Tak ayal, banyak warga mengalami kepanikan. Masker dan hand sanitizer mendadak jadi barang favorit banyak orang.

Selain sedia masker dan hand sanitizer, masyarakat juga saling bertanya-tanya tentang cara pencegahan penularan Covid-19 terbaik.


Mengutip Asia One, berikut pertanyaan umum masyarakat dan jawaban dari ahli penyakit menular Mount Elizabeth Novena Hospital, dr Leong Hoe Nam.

1. Haruskah saya memakai masker? Bagaimana jika orang lain sakit dan menularkan virusnya ke saya?

Jika sedang sakit, maka Anda perlu mengenakan masker. Kelompok kedua yang memerlukan masker adalah orang-orang yang berusia lebih dari 65 tahun dan orang kelebihan berat badan dengan indeks massa tubuh lebih dari 30. Kedua kelompok itu dikategorikan rentan tertular virus.

Sementara untuk yang lainnya, Hoe Nam mempersilakan jika Anda memiliki masker ekstra dan mengenakannya saat berada di tengah keramaian.

"Sejujurnya, virus bisa tersebar kapan saja. Tapi, kemungkinan penularan rendah [bagi orang sehat dengan daya tahan tubuh yang tinggi]," kata Hoe Nam.

2. Haruskah kita mengelap seluruh bagian kursi di pesawat?

Transmisi virus bisa terjadi melalui dua cara, di antaranya menghirup udara dan kontak dengan virus yang menempel pada permukaan.

Jadi, pakai lah masker dan gunakan tisu basah beralkohol untuk mengelap meja dan sandaran lengan. Kemudian, buang bekas tisu basah di kantong tertutup untuk mencegah penyebaran.

3. Bagaimana dengan makan di pesawat?

Makan lah dengan cepat, cuci, dan bersihkan tangan sebelum dan sesudah makan. Jangan lupa untuk kembali mengenakan masker kembali.

Penyebaran, kata Hoe Nam, hanya bisa terjadi sejauh tiga baris di depan dan di belakang tempat duduk Anda. "Jadi, tidak perlu khawatir jika orang yang terinfeksi tidak duduk di dekat Anda," kata dia.

4. Bagaimana cara memakai dan membuang masker bekas pakai dengan benar?

Seseorang bisa saja berisiko tertular jika pemakaian masker tak dilakukan dengan benar. Masker yang terkontaminasi berisiko penyebaran yang lebih tinggi.

Hoe Nam mengatakan, menggunakan masker yang telah dipakai berisiko membawa kotoran atau kuman yang ada di dagu ke arah mulut atau hidung.


Dalam demonstrasinya, Hoe Nam menekankan pentingnya mencuci tangan sebelum dan sesudah memakai masker. Masker harus menutupi hidung hingga area dagu.

Setelah dipakai, masker harus diletakkan di dalam kantong yang tertutup rapat jika ingin dipakai lagi. Hal ini dilakukan untuk menjaga masker tetap kering dan mengurangi kemungkinan virus atau kuman berkembang biak.

"Jika masker kering dan tidak sobek, Anda bisa memakainya selama enam hingga 12 jam," kata Hoe Nam.

Dia mengingatkan bahwa menggunakan kembali masker Anda berarti menghemat satu masker lagi untuk seseorang yang membutuhkannya.

[Gambas:Video CNN]

(fdi/asr)