Kenali Beda Serangan Jantung dan Henti Jantung

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 19/02/2020 11:08 WIB
Kenali Beda Serangan Jantung dan Henti Jantung Ilustrasi: Beda serangan jantung dan henti jantung ada pada proses juga gejalanya. (Foto: Istockphoto/stevanovicigor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ashraf Sinclair, suami selebritas Bunga Citra Lestari (BCL) meninggal pada usia ke-40 akibat serangan jantung. Ia berpulang pada Selasa (18/2) dini hari. Sejumlah rekan yang melayat mengaku kaget lantaran usia Ashraf yang tergolong masih muda.

Tak bisa ditampik, serangan jantung kerap dianggap sebagai silent killer lantaran bisa terjadi kapan saja, di mana saja dan pada siapa saja. Ada sebagian yang menyangka kondisi ini sama dengan henti jantung. Padahal keduanya berbeda.

Meski nyaris mirip dan sama-sama terjadi pada jantung, antara serangan jantung dan henti jantung memiliki proses juga gejala yang berbeda.



Serangan jantung
Dikutip dari News Medical, serangan jantung merupakan kondisi di mana jantung tidak menerima oksigen yang cukup. Jantung terdiri atas otot, dan sebagaimana otot lainnya, jantung memerlukan suplai darah yang kaya akan oksigen. Dan oksigen dalam hal ini disalurkan ke jantung oleh arteri koroner.

Serangan jantung adalah kondisi di mana terjadi penyumbatan pada arteri koroner. Akibatnya, oksigen ke jantung pun terhambat dan terjadi gumpalan darah.

Senada, dokter spesialis penyakit jantung dan pembuluh dari Vito A Damay menjelaskan serangan jantung terjadi saat aliran darah yang membawa oksigen ke jantung berkurang atau terputus. Aliran darah tak sampai ke jantung lantan pembuluh darah menyempit karena penumpukan lemak, kolesterol, atau zat lain yang dikenal dengan plak.

Akibatnya, jantung tak bisa memompa darah ke seluruh tubuh sehingga menyebabkan disfungsi organ dan kematian.


Henti jantung
Jika pada serangan jantung masih ditemukan detak yang normal, tidak begitu dengan henti jantung. Dalam kondisi ini, jantung benar-benar berhenti berdetak. Akibatnya distribusi darah ke seluruh tubuh pun mengalami gangguan.

Kondisi tersebut terjadi seringkali tanpa peringatan. Biasanya dipicu kerusakan kerusakan pada jantung sehingga mengakibatkan detak tak teratur (aritmia). Selanjutnya, jantung tak mampu memompa darah ke otak, paru-paru dan organ lain. Beberapa detik kemudian, orang bisa kehilangan kesadaran hingga tak memiliki denyut nadi.

Henti jantung ditandai dengan secara tiba-tiba hilang kesadaran, tidak bernapas sama sekali, lemas tiba-tiba, pupil mata masuk ke tengkorak kepala, tidak sadarkan diri, warna kulit menjadi kebiruan dan pucat serta denyut nadi atau detak jantung tak bisa ditemukan.

Sedangkan pada serangan jantung, gejala yang muncul berupa sakit dada, sakit badan bagian atas, sesak napas, berkeringat, pingsan atau tidak sadarkan diri, pusing, pucat, dan denyut nadi tidak teratur.

[Gambas:Video CNN] (NMA/NMA)